Breaking News:

UPDATE Omicron di Jabar, Jumlah Pasien yang Dirawat Akbat Penularan Lokal Menjadi 8 Orang

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan kini totalnya terdeteksi delapan orang warga Jabar yang tertular Covid-19 varian Omicron dari transmisi lokal

Editor: dedy herdiana
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan kini totalnya terdeteksi delapan orang warga Jabar yang tertular Covid-19 varian Omicron dari transmisi lokal, atau bukan yang tertular di luar negeri.

"Secara umum terkendali, penularan lokal delapan orang, baru sebagian di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan. Mayoritas dari Kabupaten Bandung, sedikit di Depok," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu (12/1/2022).

Sebelumnya dinyatakan akibat penularan lokasl itu sebanyak empat orang warga Kabupaten Bandung terkonfirmasi positif varian Omicron dan dirawat di RSUD Al Ihsan. Ia mengatakan secara pastinya, masih memastikan jumlah pasien yang positif Omicron.

Baca juga: Ridwan Kamil Bilang Begini Soal 4 Warga Jabar Kena Covid-19 Varian Omicron dari Penularan Lokal 

Baca juga: Penularan Lokal Omicron Pertama Terdeteksi di Jabar, 4 Pasien Sedang Dirawat di Rumah Sakit Ini

Baca juga: Buntut Penularan Lokal Omicron di Jabar, Labkesda Tes PCR Belasan Kontak Erat 4 Pasien di Bandung

"Belum terpilah-pilah secara detail, Delta atau Omicron, kita lagi cari ilmunya. Semalam sama Pak Luhut rapat, untuk bedakan Omicron dan tidak, sangat tidak sederhana," katanya.

Ia pun mengatakan masih menunggu arahan dan teknologi baru dari Kemenkes RI untuk mendeteksi varian Omicron dengan lebih sederhana.

"Yang karantina banyak, tapi di Jakarta. Makanya di situ meningkat, di kita belum. Saya belun dapat laporan berapa total. Tapi yang delapan itu lokal, dari empat kemarin, kurang lebih," katanya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan masih memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk dosis 1 dan 2.

Adapun booster atau dosis tambahan akan diberikan secara prioritas untuk warga dengan profesi rawan tertular dan lansia.

"Booster juga sudah mulai tapi prioritas garda depan, seperti tim nakes, TNI, dan Polri, dan ini kami prioritaskan untuk yang belum mendapatkan vaksin sama sekali, temasuk usia 6-11 tahun ini sudah 50 persen," katanya di Gedung Sate, Rabu (12/1).

Ia mengatakan secara keseluruhan vaksinasi di Jabar sudahmencapai 80 persen dan mendapat apresiasi pemerintah pusat.

"Saya laporkan per tadi malam Jabar sudah capai 80 persen untuk vaksinasi dan diapresiasi oleh Pak Luhut karena provinsi dengan 50 juta warga ini besar penanganannya," katanya.

Ia mengatakan vaksinasi ini pun untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron di Jawa Barat. Karenanya diharapkan melalui vaksinasi dan booster ini, penyebaran Covid-19 di Jabar akan tetap melandai.

"Termasuk Omicron ini arahannya lansia. Jadi booster iya, tapi kami tetap maksimalkan yang belum sama sekali," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved