Breaking News:

Penularan Lokal Omicron Pertama Terdeteksi di Jabar, 4 Pasien Sedang Dirawat di Rumah Sakit Ini

Kepala Laboratorium Kesehatan Jabar, Emma Rahmawati, katakan penyebaran Covid-19 ini jadi kasus transmisi lokal varian Omicron yang pertama di Jabar

Editor: dedy herdiana
Justin TALLIS / AFP
Ilustrasi Omicron, varian baru Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak empat warga Jawa Barat dinyatakan positif Covid-19 varian Omicron.

Mereka kini tengah menjalani perawatan di RSUD Al Ihsan di Baleendah, Kabupaten Bandung.

Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Emma Rahmawati, mengatakan penyebaran Covid-19 ini menjadi kasus transmisi lokal varian Omicron yang pertama di Jawa Barat.

Sebelum ada penularanj lokal, penularan terjadi dari warga yang baru pulang dari luar negeri.

"Betul, itu yang transmisi lokal," kata Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Emma Rahmawati, melalui ponsel, Senin (10/1/2022).

Emma mengatakan penemuan transmisi lokal varian Omicron ini diketahui melalui pengujian secara whole genome sequencing atau pengurutan genom lengkap.

Emma membenarkan kabar terkait kabar selain empat orang yang dirawat di Bandung, ada 10 warga Jabar lainnya yang terpapar Covid-19 varian Omicron dirawat di Wisma Atlet Jakarta

Mereka berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Indramayu, Subang, Karawang, Majalengka, Bekasi, Cirebon, dan Sukabumi. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan upaya pencegahan penularan Covid-19 terus dilakukan sampai tingkat pemerintahan terkecil di Jabar. Apalagi, untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron.

"Varian omicron ini memiliki kemampuan penularan lebih cepat. Namun, fatalitasnya rendah, tak seperti varian delta yang sempat membuat sistem serta fasilitas kesehatan terganggu," katanya di Gedung Sate, Senin (3/1).

Ia mengatakan kunci utama untuk mencegah penularan ini makin meluas adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat dan pemerintah diminta bersinergi untuk menjaga kondusivitas yang sudah berjalan.

“Kami bersama komite, melakukan perhitungan. 14 hari pasca nataru kami asumsikan jika ada berita buruk seperti apa. Maka, oksigen semua dipersiakan, pokoknya semua diulang lah seperti (lonjakan kasus varian) delta,” ucap dia.

Ia mengatakan apapun jenis penyakitnya dan variannya, protokol kesehatan jadi yang utama.

"Nama baru yang bingung tapi solusi sama saja, pemerintah ketat 3T, masyarakat tata di 5M. Mengatur irama itu," katanya.

Baca juga: Dihujat Usai Positif Covid-19, Ashanty Curhat Merasa Tersakiti Padahal Sedang Sakit, Ini Katanya

Baca juga: Pasien Omicron di Indonesia Bertambah Lagi, 50 di Antaranya Pulang dari Luar Negeri, Total 318 Orang

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved