Breaking News:

Longsor Cimanggung Tewaskan 40 Orang, Ratusan Warga Doa Bersama dan Tabur Bunga di TKP

Ratusan warga Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang menggelar doa bersama dan tabur bunga ke areal bekas terjadinya longsor Cimanggung

Dok Muhammad Dohari
warga Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang menggelar doa bersama dan tabur bunga ke areal bekas terjadinya longsor Cimanggung, Minggu (9/1/2022) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Ratusan warga Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang menggelar doa bersama dan tabur bunga ke areal bekas terjadinya longsor Cimanggung 9 Januari 2021, tepat setahun peristiwa itu pada Minggu (9/1/2022). 

Acara itu berlangsung di Masjid An-Nurul Qolbi di RT06/RW12 perumahan Satria Bumintara Gemilang (SBG) Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Sekitar 150 orang hadir dalam acara doa tersebut.

Dalam tradisi Islam Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi kecenderungan keislaman warga Kecamatan Cimanggung, setahun kematian 40 korban meninggal akibat longsor itu ditandai dengan doa bersama yang disebut haul. Secara bahasa haul adalah setahun genap. 

Baca juga: Setahun Longsor Cimanggung Sumedang, Begini Lokasi Korban Tertimbun, Aura Mistis Bikin Takut Warga

Acara pada pukul 09.30 WIB itu berlangsung dengan khidmat. Kaum lelaki menempati bagian dalam Masjid. Mereka duduk bersila dan menjalani haul dengan penuh rasa hormat, mengenag peristiwa yang mengerikan itu. 

Lokasi longsor sendiri berada di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, tepat berada di bawah perumahan SBG. 

Panggung Wibowo, Ketua RW12, Perumahan SBG mengatakan dalam acara itu hadir perwakilan keluarga korban, warga yang tinggal di zona merah, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cimanggung.  

"Kegiatanya doa bersama dan tabur bunga di lokasi longsor. Kegiatan ini untuk memperingati peristiwa bencana longsor yang terjadi pada tahun lalu," katan Panggung ditemui TribunJabar.id di SBG.  

Acara ini diinisiasi oleh warga di zona merah SBG. Warga melalui doa itu berharap agar arwah dari korban longsor ditempatkan di tempat terbaik oleh Allah.

Juga agar warga terdampak disegerakan mendapatkan rumah relokasi. 

"Harapannya semoga ke depannya tetap diberikan kelancaran dan berharap tidak ada lagi musibah. Termasuk kelancaran relokasi juga," katanya. 

Panggung mengaku mengetahui bahwa pada awal tahun 2022 ini, keputusan relokasi masih berada di Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Katanya masih menghadapi proses lelang dan pada bulan Maret 2022 ini mulai pembangunan rumah untuk relokasi warga terdampak longsor," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved