Breaking News:

Negara Dirugikan Rp 23 Juta Akibat Peredaran Rokok Ilegal di Majalengka,Daerah Pertanian Jadi Target

Negara mengalami kerugian sekitar Rp 23 juta akibat peredaran rokok ilegal di Kabupaten Majalengka.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Petugas gabungan dari Kantor Bea dan Cukai Cirebon, Satpol PP Majalengka berhasil menyita 37.280 batang rokok ilegal di Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA-  Negara mengalami kerugian sekitar Rp 23 juta akibat peredaran rokok ilegal di Kabupaten Majalengka.

Kerugian itu diperoleh dari sebanyak 37.280 batang rokok ilegal berbagai merek yang berhasil disita petugas dari Kantor Bea dan Cukai Cirebon di Kecamatan Bantarujeg.

Pelaksana Seksi P2 Kantor Bea dan Cukai Cirebon, Gabriel Septian M mengatakan, selama operasi rokok ilegal di Majalengka kemarin, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 37.280 batang dari 7 merek rokok.

"Kalau untuk hasil, kebetulan kemarin menyitanya di titik Bantarujeg sekitar 37.280 batang untuk jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) ini. Dengan total ada 7 merek," ujar Gabriel kepada media, Selasa (14/12/2021).

Baca juga: Dapat Perimbangan Dana Hasil Tembakau, Sekda Kuningan Bicara soal Berantas Peredaran Rokok Ilegal 

Baca juga: Pemkab Majalengka Gencar Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Kedepankan Langkah Preventif

Lebih lanjut, jelas dia, dengan adanya peredaran rokok tanpa cukai ini, negara menjadi dirugikan sekitar Rp 23 juta.

Sebab, pengedar rokok ilegal tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar cukai ke negara.

"Tentu saja negara dirugikan soalnya kan dengan peredaran rokok tanpa pita cukai ini berarti dia belum melunasi kewajibannya untuk membayar cukai ke negara. Yang mana untuk golongan SKM ini biasanya dikenai per batang itu dengan nilai Rp 535 untuk nilai kerugian negara per batangnya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Majalengka, Toto Prihatno yang juga terlibat dalam giat penyitaan menyampaikan, bahwa pihaknya menduga rokok ilegal rawan diedarkan di wilayah yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian petani.

Menurutnya, berbeda dengan wilayah kota yang sudah paham tentang mana rokok yang baik dan mana rokok yang tidak baik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved