Persib Bandung
Kisah Sukses Bos Persib Umuh Muchtar, Mulai Jualan Celana Hingga Komponen Elektronik
sejak dahulu meski hanya sebagai bobotoh, Umuh selalu memberikan uangnya kepada para pemain Persib jika Persib menang dalam bertanding.
Limbah yang pertama kali dia jual berasal dari dalam pabrik di mana dia bekerja. Ketika itu, banyak sekali limbah logam campuran bernama kuningan.
"Saya usaha limbah selama di Philips saja, saya jual kuningan, uangnya besar, untungnya terus dibagi-bagi," kata Umuh.
Guratan nasib baik nampaknya tidak berhenti di urusan limbah, Umuh sampai diberi kesempatan menjadi juragan tanah. Mulanya, adalah tanah milik orang tuanya yang terkena pembebasan untuk proyek sungai.
Uang hasil pembebasan lahan itu dipakai kedua orang tua Umuh untuk berangkat haji. Uang sisa dari ongkos haji, bukannya dititipkan di bank, uang itu dititipkan kepada Umuh yang saat itu masih berstatus sebagai pekerja Philips.
"Itu tahun 1973. Karena saya pegang uang titipan itu, saya beli tuh tanah yang mau kena proyek dan belum dibebaskan. Saya beli dengan harga pantas dan dengan pembayaran segera, terus saya jual dengan cara kavling. Masyarakat mau saja menjual ke saya karena saya bayarnya jelas dan segera, daripada mereka jual ke calo (makelar)," kata Umuh.
Dia mengatakan, sejak tahun itu hingga 1985, dia terus berbisnis jual beli tanah hingga 1985. Dia mengatakan, jual beli tanah seperti jual beli kacang goreng.
Pada rentang waktu berbisnis tanah itu, pabrik tempatnya bekerja bangkrut. Tepatnya pada 1984, pabrik melelang semua alat-alat dan komponen untuk pembuatan televisi dan radio.
Umuh yang semakin tajam perhitungannya dalam berbisnis bertanya ke pabrik bagaimana harga komponen-komponen itu yang kemudian berlanjut pada kesepakatan Umuh untuk mencarikan lubang penjualannya.
Dia pergi ke Banceuy, menemui para tukang servis televisi dan radio, juga bertemu dengan orang yang tahu kemana komponen dari pabrik akan dilempar.
"Wah komponen itu jutaan biji. Saya beri 10 persen untuk perusahaan, dan orang Belanda-nya mau. Di situ uang berlimpah," katanya.
Dalam kelimpahan uang itu, Umuh yang dahulu hanya bobotoh, terus loyal kepada Persib. Dia megaku tak pernah tedeng aling-aling dalam memberikan bonus kepada para pemain Persib.
Apalagi saat usahanya semakin merambah ke bisnis percetakan.
"Dari situ saya langgeng saja (langgeng uang berlimpah) karena saya punya modal," kata ayah Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/komisaris-persib-bandung-umuh-muchtar_7.jpg)