Persib Bandung
Kisah Sukses Bos Persib Umuh Muchtar, Mulai Jualan Celana Hingga Komponen Elektronik
sejak dahulu meski hanya sebagai bobotoh, Umuh selalu memberikan uangnya kepada para pemain Persib jika Persib menang dalam bertanding.
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Haji Umuh Muchtar, adalah orang yang paling royal dan loyal kepada Persib. Namun, tabiatnya itu tidak muncul ketika Umuh punya uang melimpah seperti sekarang ini, kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak dahulu.
Apakah dahulu Umuh memiliki banyak uang? Dahulu, Uwa Haji Umuh, panggilan akrabnya, hanyalah pekerja biasa di perusahaan pembuatan televisi dan transistor radio di Kota Bandung, Jawa Barat.
Namun, sejak dahulu meski hanya sebagai bobotoh, Umuh selalu memberikan uangnya kepada para pemain Persib jika Persib menang dalam bertanding.
"Itu semua Adeng Hudaya, Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, dan yang lain-lain saya selalu berikan bonus sejak dahulu. Bisa ditanyakan langsung," kata Umuh Muchtar dalam wawancara khusus TribunJabar.id di kediamannya di Ciluluk, Tanjungsari, Sumedang, Senin (13/12/2021).
Baca juga: Umuh Muchtar Cup Bakal kembali Digelar, Sudah Ada 53 Tim yang Daftar
Lantas, bagaimana kisah suksesnya hingga kini menjadi orang nomor satu di Persib Bandung?
Umuh memulai kariernya sebagai pekerja biasa di perusahaan milik Belanda, NV Philips Fabricageen Handels Maatschappij. Dia dibawa seorang bersuku Minangkabau yang sudah dia anggap sebagai keluarga, masuk untuk bekerja di perusahaan itu pada 1970, setahun setelah dia menikah.
"Saya pertama bekerja di bagian mesin kayu. Mesin kayu itu maksudnya untuk membuat boks televisi. Tetapi di situ saya tidak lama, kemudian saya ditarik untuk duduk di meja administrasi gudang," kata Umuh.
Dengan tugas itu, dia memegang kendali pengiriman televisi dan radio ke sejumlah afdeling atau daerah administratif setingkat Kabupaten/Kota.
Cukup lama Umuh di bagian ini. Namun, pengalaman ini juga yang membuat Umuh berani mengambil langkah pertama sebagai pengusaha. Dari meja administrasi, dia memperhatikan jumlah karyawan perusahaan itu yang jumlahnya sekitar 500 orang.
Dia kemudian terpikir untuk menjual celana kepada para karyawan. Sistem yang digunakan adalah kredit. Umuh membawa celana dan baru akan mendapatkan uang lunas dari pembayaran setiap celana dalam tiga bulan.
"Saya coba dengan 30 potong celana dahulu, dikreditkan dalam tiga bulan. Ternyata responsnya baik, semua suka. Orang banyak minta. Akhirnya nyaris 70 persen orang pabrik mengambil celana dari saya, bisa habis 250-300 potong," kata Umuh.
Dia menggambarkan keuntungannya dahulu dengan ilustrasi gaji seribu. Jika dia mendapatkan gaji Rp1000 dari perusahaan, dia dari usaha jualan celana mendapatkan keuntungan Rp30.000.
Usaha celana itu terus dikembangkan, bahkan celana disebar ke setiap afdeling dengan sistem kredit yang sama.
Dari bagian administrasi, dia kemudian ditarik ke bagian produksi. Di bagian inilah Umuh mulai bermain dalam urusan usaha limbah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/komisaris-persib-bandung-umuh-muchtar_7.jpg)