Breaking News:

Mobil Odong-odong di Majalengka Ditilang Polisi, Begini Alasannya Kata Kasatlantas

Jajaran Satlantas Polres Majalengka menilang mobil yang dimodifikasi menjadi mobil odong-odong di Jalan Raya KH Abdul Halim Majalengka

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kendaraan mobil odong-odong yang melintas di Jalan KH Abdul Halim Majalengka Kota ditilang oleh polisi, Sabtu (11/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Jajaran Satlantas Polres Majalengka menilang mobil yang dimodifikasi menjadi mobil odong-odong di Jalan Raya KH Abdul Halim Majalengka Kota, Sabtu (11/12/2021).

Operasi ini dilakukan untuk menindak mobil odong-odong nakal yang masih beroperasi di jalan raya.

"Jajaran Satlantas Polres Majalengka dalam rangka penindakan kendaraan odong-odong sebanyak satu unit kendaraan odong-odong diamankan di Polres Majalengka dinilai tidak memenuhi standar keamanan kendaraan bermotor, serta kenyamanan pengendara bermotor lainnya dan keselamatan penumpangnya," ujar Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Ngadiman, Sabtu (11/12/2021).

Dalam operasi itu sebuah mobil odong-odong berwarna hijau bertuliskan "kereta wisata" ditilang lantaran melintas di jalan raya.

Baca juga: Ayah Serang Polantas Sambil Bawa Celurit dan Parang Lantaran Tak Terima Anaknya Ditilang

Saat terjaring razia, terlihat mobil odong-odong itu sedang banyak penumpang, dan kebanyakan penumpangnya itu anak-anak.

Hal ini menurut Ngadiman, sangat membahayakan para penumpang.

"Kami melaksanakan imbauan pendekatan kepada pemilik dan pengemudi odong-odong agar tidak mengoperasionalkan di jalan raya karena kereta odong-odong hanya boleh beroperasi di tempat wisata," ucapnya.

Ngadiman menerangkan, odong-odong tersebut telah melanggar Pasal 285 ayat 2 UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan tindakan tegas kepada para pemilik odong-odong yang nekat beroperasi di jalan raya.

"Pelanggaran pasal 285 (2) dengan denda maksimal Rp 500 ribu. Sudah kita data juga kalo kembali terjaring kita kandangin mobilnya."

“Kita juga melakukan upaya pendekatan kepada bengkel/pembuat kereta odong-odong untuk tidak membuat lagi kereta odong-odong yang dioperasionalkan di jalan raya, kalau terbukti masih membuat kendaraan kereta odong-odong yang tidak laik, akan ditindak sesuai dengan UU yang berlaku," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved