Breaking News:

Kades Termuda Terpilih di Kuningan Rasakan Hal Mistis, Banyak Garam dan Ayam Berkokok di Malam Hari

Kades terpilih sekaligus termuda di Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Kuningan, Lia Nuryanah (27) mengaku terkejut, karena marasakan hal mistis.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Dokumentasi Pribadi/Lia Nuryanah
Lia Nuryanah, kades termuda terpilih di Cikondang, Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kades terpilih sekaligus termuda sebagai tokoh masyarakat di Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Kuningan, Lia Nuryanah (27) mengaku terkejut, karena marasakan hal mistis.

Hal mistis itu dirasakannya saat menjalani masa politik di agenda Pilkades serentak yang berlangsung di desanya.

"Dalam masa perpolitikan di Pilakdes kemarin, banyak yang dirasakan hal asing. Namun hal itu tidak dijadikan hambatan," ungkap Lia Nuryanah saat wawancara Husus di kediamannya, Kamis (9/12/2021).

Keanehan muncul, kata Lia mengaku terjadi sekitar beberapa hari sebelum pelaksanaan Pilkades. Seperti banyak garam tersebar hingga di lingkungan kantor perdesaan, banyak ayam berkokok terjadi mulai waktu Magrib hingga dini hari.

"Wah, pas dua hari sebelum waktu pencopet itu banyak yang aneh bermunculan. Ada yang sebar garam, ayam berkokok malam hari dan ada cahaya datang keatas bangunan rumah saya," katanya.

Baca juga: Kades Termuda di Kuningan Ternyata Pernah  Sepanggung Dengan Ganjar Pranowo, Begini Pengakuan Lia

Lia Nuryanah (27), merupakan kades termuda yang terpilih saat pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Kuningan, akhir November lalu, berfoto dengan pejabat dan pesohor.
Lia Nuryanah (27), merupakan kades termuda yang terpilih saat pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Kuningan, akhir November lalu, berfoto dengan pejabat dan pesohor. (Dok Pribadi)

Semasa pelaksanaan hingga masuk waktu perhitungan jumlah suara, Lia mengaku banyak di bantu warga dan saudara. Bentuk bantuan itu mulai berjaga di sekitar rumah dan tidak lepas mengikuti harapan bersama terhadap sang pencipta.

"Alhamdulillah, kemarin saya banyak di bantu dari banyak tokoh agama. Kemudian dirumah juga tidak lepas dari doa, ngaji serta dzikir bersama dan beberapa warga juga ada  yang tidak tidur hingga malam hari," katanya.

Melihat fenomena terjadi di lingkungan saat Pilkades, Lia mengaku bahwa itu memang ada dan sebagai budaya. Sehingga dalam pengetahuannya itu bagaiamana memberikan pelayanan dan penghormatan.

"Ya soal hal itu ada, tapi yang digaris bawahi itu bagaiamana kita menghormati terhadap keadaan sekitar. Semua sama semata beribadah sesuai dengan kemampuan dan keahliannya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved