Breaking News:

Kades Termuda di Kuningan Ternyata Pernah  Sepanggung Dengan Ganjar Pranowo, Begini Pengakuan Lia

Lia yang menjadi Kepala Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Kuningan, mengaku sempat bareng satu panggung dengan orang nomor satu di Jateng, Ganjar Pra

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Dok Pribadi
Lia Nuryanah (27), merupakan kades termuda yang terpilih saat pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Kuningan, akhir November lalu, berfoto dengan pejabat dan pesohor. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Lia Nuryanah (27), merupakan kades termuda yang terpilih saat pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Kuningan, akhir November lalu.

Lia yang menjadi Kepala Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Kuningan, mengaku sempat bareng satu panggung dengan orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

"Waktu itu saya sepanggung dengan Pak Ganjar Pranowo itu di acara kerja nyata untuk negeri di sebuah pergelaran alumni perguruan negeri dan saya saat itu jadi narasumber," kata Lia saat melangsungkan wawancara khusus di kediamannya, desa setempat, Kamis (9/12/2021). 

Dalam pengalamannya selama menjadi mahasiswi Institut Pertanian Bogor, Kades Cikondang terpilih itu mengaku banyak berkomunikasi dan melakukan kegiatan bareng dengan tokoh pemerintah lainnya.

"Ya sebagai pengalaman, saya pernah bareng Ibu Retno yang sekarang jadi Menteri Luar Negeri, dan waktu itu pembawa acaranya Cak Lontong dan Tina Talisa," ujarnya.

Semasa duduk di bangku perkuliahan, Lia tidak pernah diam dalam urusan pelajaran perkuliahan. Melainkan banyak melakukan kegiatan sosial yang menjadi bagian Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni sebagai Pendidikan dan Pengajar, Penelitian dan Pengembangan serta pengabdian pada masyarakat. 

"Dari ketiganya tadi, saya memang sering melakukan pengembangan sekaligus pengabdian. Tentu dengan modal sebagai akademisi," katanya. 

Wanita lajang lulusan IPB 2012 ini, menambahkan sangat berterima kasih kepada semua komponen masyarakat dan para tokoh pemerintah sekaligus mentor politik di daerah. Pasalnya, dengan jaringan komunikasi terbangun itu bisa menjadi posisi sebagai orang nomor satu di Desa Cikondang.

"Alhamdulillah, kepada semua komponen yang terlihat dalam kehidupan saya. Baik dari tokoh masyarakat, pemerintah dan mentor politik. Saya sangat berterima kasih, dan mudah - mudahan ke depan lebih baik dalam memberikan pelayanan masyarakat serta bisa mendongkrak nilai sosial ekonomi di desa," katanya. 

Menyinggung soal ikut bursa Pilkades serentak di Kuningan, hingga menjadi Kepala Desa Cikondang, Lia mengemuka bahwa awalnya sangat greget dan berharap ingin memajukan masyarakat desa. 

"Setelah melihat kondisi lingkungan seperti tadi, saya lakukan komunikasi dengan mentor politik dan sejumlah tokoh masyarakat akhir ikut kontestan di Pilkades hingga berhasil mengumpulkan suara terbanyak dan terpilih menjadi kades termuda," kata Lia lagi. 

Lia yang juga anak pasangan Cahidi (56) dan Ati Kusmiati (47) itu, menambahkan, hajat Pilkades 28 November 2021, menjadi pengalaman terbaru dalam hidupnya. Sehingga tidak menutup kemungkinan menjadi tambahan pengetahuan yang di dapat langsung dari lingkungan masyarakat.

"Ya untuk Pilkades kemarin jelas banyak pengetahuan dan menjadikan hal itu sebagai pengalaman terbaru dalam hidup saya. Bayangkan saja dengan modal nekat itu banyak warga dan kerabat terlibat langsung membantu saya. 

Kemudian mengenai kisaran modal dikeluarkan itu ada sekitar puluhan juta sebagai pendidikan politik juga, seperti menjamu para warga saat silaturahmi kerumah dan membantu lingkungan warga saat membutuhkan hajatnya," ungkap Lia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved