Breaking News:

CEGAH Omicron Masuk Jabar, Litbangkes Uji 19 Sampel WNI Positif Covid-19 Yang Baru dari Luar Negeri

Pemeriksaan sampel 19 WNI dari Kabupaten Bekasi ini untuk mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian baru Omicron ke Indonesia.

Editor: dedy herdiana
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak 19 sampel dari Warga Negara Indonesia ( WNI) yang dinyatakan positif Covid-19 tengah diuji oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI.

Pemeriksaan sampel 19 WNI dari Kabupaten Bekasi ini untuk mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian baru Omicron ke Indonesia.

Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Emma Rahmawati, mengatakan sampel tengah dideteksi melalui metode genome sequencing untuk mengetahui varian Covid-19 yang terdapat pada tubuh pasien.

Sampel dikumpulkan sejak seminggu lalu dari WNI yang dinyatakan positif Covid-19 setelah pulang dari luar negeri.

"Sesuai arahan Kemenkes, setiap PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) harus kita sequencing yang positifnya. Sebanyak 19 kasus ini terkonfirmasi dan sequencing-nya di Litbangkes.

Baca juga: Nambah Lagi Nih Varian Covid-19, Virus Corona Varian Omicron Gejalanya Tenggorokan Gatal & Kelelahan

Kami tunggu hasilnya apakah ada Omicron-nya atau tidak," kata Emma seusai menghadiri acara "Kantor Staf Presiden Mendengar: Kebijakan Mencegah Gelombang Ke-3 Pandemi Covid-19 selama Natal dan Tahun Baru" di Grand Aquila Bandung, Jumat (3/12/2021).

Ia mengatakan di antara yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, sebagian di antaranya adalah pekerja migran Indonesia. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pemerintah tingkat kota dan kabupaten untuk mengawasi ketat para pekerja migran yang pulang ke Indonesia.

Bersama pemerintah kota dan kabupaten, katanya, pihaknya juga tengah mendeteksi kemungkinan kasus-kasus Covid-19 baru yang mencurigakan atau yang dengan cepat merebak di masyarakat.

"Yaitu kita juga sedang mencari sampel-sampel yang sesuai kriteria-kriteria yang dicurigai. Itu dikumpulkan tentu dikirimkan ke Labkes Jabar, Unpad, atau LIPI.

Mereka (yang 19 orang) datang dari luar negeri, belum ada catatannya soal dari negara mana. Kita sedang menunggu hasil dan kemarin dengan Kabupaten Bekasi," katanya.

Labkesda Jabar, katanya, selalu melakukan genome sequencing untuk mendeteksi varian-varian Covid-19 di Jabar. Terakhir dua minggu yang lalu, varian delta masih mendominasi penyebaran Covid-19 di Jabar.

"Jadi di Jabar saat ini masih didominasi Delta. Kita sama-sama melakukan tracing, testing. Bila ada gejala-gejala walau ada flu, batuk, sakit tenggorokan, itu sebaiknya di-PCR. Ketika ditesting positif, kita lanjutkan dengan genome," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data dari Kemenkes, varian Omicron penularannya jauh lebih cepat dari Delta. Namun, gejalanya beragam bahkan banyak yang tidak bergejala.

"Itu yang ngeri. Itu artinya kita harus selektif melihat kasus-kasus unik yang utamanya dari kasus PPLN. Kita mencari sampel-sampel, jemput bola dan mencari virus-virus yang positif. Minimal 1 November untuk kasus prospektif. Kita cari ke kota dan kabupaten. Sejauh ini Omicron belum, masih Delta," katanya.

Baca juga: Virus Corona Omicron Ditemukan di Arab Saudi, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah Asal Indonesia?

Ia mengatakan telah melakukan uji sampel melalui genome sequencing sebanyak 1.336 sampel sejak Januari 2021, hasilnya, 757 di antaranya adalah varian Delta, sisanya kebanyakan adalah Alpha dan Beta.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan pihaknya terus melakukan antisipasi gelombang tiga penyebaran Covid-19. Apalagi bisa saja gelombang ketiga ini disebabkan oleh varian Omicron.

Ia mengatakan masih menunggu keputusan pemerintah pusat untuk memberikan vaksin dosis tambahan kepada masyarakat. Dalam waktu dekat menjelang libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya siap menggelar pengetatan kegiatan masyarakat dan mobilitas.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved