Breaking News:

Soal Asal Peluru Nyasar yang Bersarang di Punggung Bocah di Bandung Barat, Polisi Periksa Saksi

Peluru nyasar yang bersarang di punggung seorang bocah bernama Muhammad Abdul Aljabar (10), hingga saat ini asal muasalnya masih misteri

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin
Warga menunjukan foto korban peluru nyasar dan lokasi kejadiannya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Peluru nyasar yang bersarang di punggung seorang bocah bernama Muhammad Abdul Aljabar (10), hingga saat ini asal muasalnya masih menjadi misteri.

Bocah warga Kampung Babakan Cianjur, RT 06/03, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kena peluru nyasar saat melihat ayahnya memperbaiki ponsel di teras rumahnya.

Hngga kini polisi pun hingga saat ini masih melakukan penyelidikan termasuk mencari tahu asal peluru nyasar tersebut.

Kapolsek Cililin AKP Deni Nurcahyadi mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih mendalami asal peluru nyasar tersebut.

Baca juga: Bocah 10 Tahun Tiba-tiba Menjerit Kesakitan dan Managis, Ternyata Ada Peluru Nyasar di Punggungnya

Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang saat itu sedang berada di lokasi kejadian.

"Kami sudah memeriksa tiga saksi yang saat itu dekat dengan korban, kemudian saksi yang berada di sekitarnya. Sekarang sedang kita dalami terkait peluru nyasar ini," ujarnya saat ditemui di Cihampelas, Selasa (23/11/2021).

Atas hal tersebut, pihaknya juga hingga kini masih belum mengetahui bentuk dari peluru tersebut karena korban yang merupakan anak kelas 3 SD tersebut baru saja dilakukan tindakan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Semoga bisa cepat diketahui secepatnya karena dari kemarin anggota kami dibantu Satreskrim Polres Cimahi sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit Hasan Sadikin," kata Deni.

Selain itu, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah korban tersebut terkena peluru dari jarak dekat atau jarak jauh karena polisi juga hingga saat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kita belum bisa jawab karena masih dilakukan penyelidikan," ucapnya.

Warga setempat sekaligus saksi mata Syarif Hidayat (43) mengatakan, pihaknya bersama warga setempat belum bisa memastikan dari mana peluru nyasar tersebut berasal.

"Jarak lokasi kejadian ini dengan tempat latihan (menembak) juga terlalu jauh," kata Syarif.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved