Breaking News:

Polres Ciamis Umumkan Tersangka Kasus Susur Sungai Yang Tewaskan 11 Siswa MTs, Siapa Orangnya?

Polres Ciamis mengungkap hasil penyelidikan kasus susur sungai yang menewaskan 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung sekaligus mengumumkan nama tersangk

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Andri M Dani
Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi S.Ik Msc Eng menyampaikan keterangan sementara terkait kasus tragedi susur sungai Cileueur kepada Tribun dan wartawan lainnya di Mapolres Ciamis, Sabtu (16/10) sore. 

Menyusul kemudian sejumlah pihak dari MTs Harapan Baru Cijantung juga sudah dimintai keterangan langsung di MTs Harapan Baru baik itu penanggung jawab maupun guru pembina.

Baca juga: Penyelam Susah Tidur dan Susah Makan, Terus Terbayang Wajah Korban Susur Sungai Yang Dia Selamatkan

Penanganan kasus meninggalnya 11 siswa MTs Harapan Baru saat berkegiatan di Leuwi Ili Jumat (15/10) sore lalu itu juga melibatkan Unit PPA Polda Jabar.

Menurut Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, dari keterangan yang diperoleh, bahwa yang terjadi Jumat (15/10) sore tersebut adalah kegiatan “bebersih” sampah di sisi sungai.

Karena kegiatannya di sisi sungai untuk memungut sampah, tidak diperlukan peralatan safety yang maksimal.

“Kegiatannya hanya kegiatan di sisi sungai untuk memungut sampah. Tidak ada kegiatan untuk menyeberang. Makanya kami masih mendalami, kenapa ada siswa yang berada di tengah sungai. Sehingga terjadilah kejadian tersebut,” katanya.

Kegiatan bebersih sampah di sisi sungai tersebut menurut Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narso Adhi tidak diketahui oleh pihak MTs apalagi pihak Ponpes Cijantung.

“Kegiatan tersebut tidak diketahui oleh pihak MTs, apalagi pihak Pondok Pesantren ,” ujar AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi.

Baca juga: Sungai Cileueur Ciamis Disebut Angker, Siswa Ini Kabur Ketakutan Ikut Susur Sungai, Ini Katanya

Kegiatan bebersih sampah di sisi sungai tersebut katanya merupakan inisiatif penanggung jawab. Penanggung jawab tersebut kemudian mengajak guru pembina lainnya, sebanyak 11 orang.

Pada kesempatan tersebut AKBP Wahyu  Broto Narsono Adhi tidak atau belum menyebut identitas atau inisial penanggung jawab yang dimaksud.

Kejadian yang telah menyebabkan 11 siswa meninggal tengelam di Leuwi Ili Jumat (15/10) sore tersebut katanya masih dalam proses penanganan. Masih dalam proses penyelidikan, belum penyidikan. (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved