Seputar TNI
4 Jenderal Bintang 3 yang Akan Jadi Kasad Gantikan Andika Perkasa, Letjen Dudung Paling Diunggulkan?
Farban menyebut calon KASAD harus diterima oleh semua golongan di Indonesia tanpa friksi yang kontroversial dengan siapapun.
TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - DPR RI telah menyetujui Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang segera pensiun.
Karena itu, posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) pun bakal lowong dalam waktu dekat.
Terkini, ada empat nama jenderal bintang tiga yang diisukan bakal berebut posisi tersebut.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem Muhammad Farhan mengatakan empat nama yang menguat menjadi calon KASAD adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Dudung Abdurrahman; Kepala Staf Umum (Kasum) Letjen TNI Eko Margiyono; Wakil Menteri Pertahanan Letjen M Herindra; dan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Letjen TNI Joni Supriyanto.
"Keempatnya berpeluang, karena mereka sudah membuktikan kemampuan memimpin kesatuan operasional, teritorial maupun struktural yang sudah lengkap. Mereka semua memiliki kesempatan yang sama," ujar Farhan, Selasa (9/11).
Farban menyebut calon KASAD harus diterima oleh semua golongan di Indonesia tanpa friksi yang kontroversial dengan siapapun.
Selain itu, yang terpilih dinilai harus memiliki kemampuan mengelola alutsista dan personalia TNI AD.
"Terutama untuk menghadapi potensi konflik regional di wilayah kedaulatan Indonesia, karena makin pentingnya posisi militer Indonesia di percaturan politik global," ucapnya.
Sementara peneliti senior Marapi Consulting dan Advisory Beni Sukadis memandang Eko dan Dudung lebih berpeluang menjadi KASAD daripada Herindra dan Joni, sebab dua nama terakhir bakal pensiun di tahun depan.
Selain itu, meski Dudung disebut memiliki dukungan kuat dari elite parpol untuk menjadi KASAD, Beni menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum tentu akan menyetujuinya karena Dudung terlihat lebih berambisi dibandingkan Eko.
Oleh karenanya, Beni melihat Eko lebih berpeluang terpilih.
"Dilihat dari catatan dan performa, sebenarnya Eko lebih memiliki prestasi dan riwayat jabatan lengkap, yaitu pendidikan, territorial dan kotama pusat (Kostrad dan Kopasuss). Dia juga memiliki usia lebih muda dan waktu empat tahun untuk pensiun. Sehingga Eko bisa jadi kuda hitam dalam konteks calon KASAD," kata Beni.
Baca juga: Jadi Panglima TNI, Ini Besaran Gaji yang Akan Diterima Jenderal Andika Perkasa
Senada, pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut nama Dudung mungkin memang diunggulkan sejumlah pihak.
Hanya saja bukan tak mungkin Eko berpeluang karena masa aktifnya lebih panjang hingga tahun 2025 dan dari segi kapabilitas sangat layak.
Khairul lebih mencermati bahwa pergantian KASAD ini juga harus mempertimbangkan proyeksi regenerasi kepemimpinan TNI.