Sabtu, 2 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Juragan Kapal di Karangsong Indramayu Terancam Bangkrut, Sudah Banyak yang Sampai Jual Kapal

Para jurangan kapal di Pelabuhan Karangsong Kabupaten Indramayu terancam bangkrut.

Tayang:
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Juragan kapal asal Karangsong Indramayu, Darto, Senin (8/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para jurangan kapal di Pelabuhan Karangsong Kabupaten Indramayu terancam bangkrut.

Banyak jurangan yang menjual kapal karena tak mampu menutupi kebutuhan biaya operasional.

Mereka menjual kapal mulai dari ratusan juta sampai dengan miliaran rupiah, tergantung ukuran gross tonnage (GT) kapal.

Baca juga: Hotman Paris Sindir Pemilik Cek Rp 35 M yang Ditemukan Petugas Cleaning Service: Gimana Sih Lu

Hal tersebut disampaikan salah seorang juragan kapal di Pelabuhan Karangsong Indramayu, Darto saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (8/11/2021).

Darto menyampaikan, nelayan di Kabupaten Indramayu sekarang kolaps.

Setiap melaut, bukannya untung mereka justru harus menelan kerugian sampai miliaran rupiah.

"Banyak yang jual kapal di sini, karena tidak mampu menutupi biaya operasional," ujar dia.

Kapal milik Juragan kapal asal Karangsong Indramayu, Darto yang tengah dimodifikasi menjadi kapal cumi, Senin (8/11/2021).
Kapal milik Juragan kapal asal Karangsong Indramayu, Darto yang tengah dimodifikasi menjadi kapal cumi, Senin (8/11/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Darto sendiri belum berfikir untuk menjual kapal miliknya seperti juragan kapal yang lain.

Dalam hal ini, Darto ingin mencoba dahulu untuk bertransformasi dari semula menggunakan alat tangkap Gillnet menjadi alat tangkap cumi.

Baca juga: Penemuan Mayat Pukul 06.00 Bikin Geger Warga Pasapen, Ini Penjelasan Kapolsek Kuningan

Baca juga: Ini Kata Keluarga Siska Lorensa Soal Kelanjutan Pekerjaan Sebagai Baby Sitter Gala Sky

Ada sebanyak 4 kapal dari puluhan kapal miliknya yang coba dimodifikasi, ia berharap dengan bertransformasi menjadi kapal cumi tersebut dapat menutupi hutang-hutang akibat kerugian yang dialami.

"Belum hasil karena masih mau nyoba, setidaknya bisa memenuhi cicilan ke bank," ujar dia.

Darto menjelaskan, kondisi para nelayan saat ini tengah terpuruk, mulai dari meningkatnya retribusi pajak yang mesti ditanggung hingga sulitnya mencari ikan dan anjloknya harga penjualan ikan.

Jika dipersentasekan, kerugian yang dialami para juragan kapal di sana, penghasilan turun drastis sampai 40 persen.

Darto menceritakan, untuk satu kapal miliknya, ia harus mengeluarkan pajak sekitar Rp 200 juta. 

Sumber: Tribun depok
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved