Nenek Icih Menangis Dapat Kursi Roda dari Mensos Risma, Sudah 2 Tahun Berjalan dengan Cara Merangkak
Derai air matanya seakan berbinar menghiasi wajahnya yang semringah saat menerima bantuan kursi roda dari Menteri Sosial, Tri Rismaharini.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Nenek Icih (71), tak bisa menahan air matanya, dan ia pun menangis.
Derai air matanya seakan berbinar menghiasi wajahnya yang semringah saat menerima bantuan kursi roda dari Menteri Sosial, Tri Rismaharini.
Bantuan itu diberikan dalam kegiatan Kunjungan kerja (Kunker) Mensos bersama Anggota DPR RI Komisi VIII, Maman Imanulhaq di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jumat (5/11/2021).
Icih merupakan salah satu dari ratusan warga yang mendapatkan bantuan dalam kunjungan Mensos Risma tersebut.
Wanita berusia 71 tahun ini memang perlu bantuan kursi roda.
Baca juga: KISAH Sedih Keluarga di Indramayu, Anak Ke-1 Meninggal Karena Penyakit Langka Kini Dialami Anak Ke-3
Ia mengalami sakit stroke, tidak bisa berjalan sejak dua tahun terakhir.
Setelah ditinggal mati suaminya, sehari-hari ia tak bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
Saat ini, warga Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka ini bergantung pada anaknya bernama Iin (41) dan bantuan tetangga sekitar.
Bantuan dari Bu Mensos Risma tampaknya menjadi penyemangat hidup.
Seperti pepatah, bagaikan mendapatkan air saat di gurun Sahara.
Apalagi Mensos juga memberikan bantuan kursi roda kepadanya agar, ia bisa beraktivitas walaupun dengan keterbatasan yang ada.
Selama ini, Icih memang mendambakan kursi roda, karena akibat penyakit stroke, ia tidak bisa berjalan sehingga terpaksa harus merangkak.
Tidak hanya mendapatkan kursi roda, Icih juga diperiksa kesehatan, mendapat bantuan sejumlah uang tunai dan sembako.
“Terima kasih, sungguh saya terharu mendapatkan bantuan dari Bu Mensos. Memang dari dulu pengen kursi roda,” ujar Iin (41), anak dari Icih, Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Empat Anak yang Mendadak Jadi Yatim Piatu di Kota Tasikmalaya, Kini Terpaksa Harus Hidup Terpisah
Iin menjelaskan, ibunya tersebut telah jatuh sakit stroke selama dua tahun terakhir.
Saat itu, ibunya mengidap penyakit darah tinggi.
Setelah stroke, yang bersangkutan tidak bisa berjalan dan aktivitas seperti biasa.
"Iya sudah dua tahun lalu, awalnya darah tinggi," ucapnya.
Setelah mendapatkan kursi roda, Iin mengaku bisa sedikit lega mengajak ibunya berjalan-jalan.
Sebab, selama mengidap penyakit stroke, ibunya tersebut hanya bisa duduk di kasus atau kursi yang tersedia di rumah.
"Alhamdulillah senang pokoknya, setidaknya bisa ngajak ibu jalan-jalan nanti saya dorong," jelas dia.
Dalam Kunkernya ke Majalengka, Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi ratusan anak-anak yang menjadi korban COVID-19 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Tak hanya kepada anak-anak korban Covid-19, Risma juga memberikan bantuan kepada disabilitas baik kursi roda, dana usaha maupun lainnya.
Sebelum menyalurkan bantuan, Risma terlebih dulu berjumpa dengan Kiai dan tokoh masyarakat Majalengka untuk menampung aspirasi.
Baru setelah itu Risma dan rombongan berjalan kaki menuju aula Ponpes tersebut untuk menyalurkan secara langsung bantuan.
"Hari ini kami melaksanakan tugas kami untuk menyalurkan bantuan bagi anak-anak korban Covid-19 dan juga penyandang disabilitas di Majalengka," kata Risma saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dalam penyaluran itu, Risma menyerahkan bantuan ATENSI bagi yatim piatu kepada 235 anak.
Masing-masing anak menerima tabungan ATENSI senilai Rp 300 ribu per bulan bagi yang belum sekolah dan Rp 200 ribu per bulan bagi yang sudah sekolah.
Selain itu, disalurkan juga bantuan kewirausahaan kepada 48 orang, bantuan aksesibilitas kepada 26 orang, bantuan kebutuhan dasar bagi 310 orang, graduasi PKH bagi 5 KPM, bantuan beras sebanyak 1000 paket, bantuan rutilahu untuk 60 KPM serta bantuan ProKUS bagi 1 kelompok dengan total keseluruhan mencapai Rp 1.989.956.153.
Setelah menyalurkan bantuan tersebut, Risma kemudian langsung bergegas meninggalkan lokasi.
Risma diketahui akan menuju lokasi bencana banjir bandang di Batu, Jawa Timur.
"Mau langsung ke Batu," tutup Risma.