Empat Anak yang Mendadak Jadi Yatim Piatu di Kota Tasikmalaya, Kini Terpaksa Harus Hidup Terpisah
Empat anak yang mendadak menjadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal hampir bersamaan, kini harus hidup terpisah.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Kabar terbaru empat anak mendadak yatim piatu karena orang tua mereka meninggal hampir bersamaan, kini harus hidup terpisah.
Keempat anak mendadak yatim piatu itu, Muhammad Hadi Azilah Pratama alias Azil (12), Melinda Nurlaili Putri (10), Tazkiya Oktavia Putri Rustandi (3) dan Muhammad Zikra Aditya Pamungkas (8 bulan).
Mereka anak pasangan almarhum Dedi Rustandi (39) dan almarhumah Wahyuning Tyas (32), warga Kampung Cijeruk Girang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Baca juga: Bantuan Materi dan Menawari Jadi Anak Asuh pada 4 Anak yang Mendadak Yatim Piatu Berdatangan

Dedi meninggal karena komplikasi, Rabu (27/10) dini hari.
Enam jam kemudian Wahyuningsih menyusul tanpa memiliki riwayat sakit.
Diduga Wahyuningsih kelelahan dan syok atas kepergian sang suami.
Menurut penuturan Dedeh Mudrikah (29), adik kandung almarhum Dedi, pihak keluarga menyepakati perawatan anak-anak diserahkan ke paman dan bibi anak-anak.
Zikra sudah dibawa Kiki (28), adik kandung Wahyuning, ke Jawa Tengah.
Menyusul Tazkiya dibawa Iis (42), kakak kandung Dedi, ke Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.
"Sedangkan Azil dan Melinda masih berada di rumah. Namun nantinya akan saya bawa ke rumah saya di Cilamajang, masih di Kawalu," kata Dedeh.
Baca juga: Detik-detik Istri Wafat Susul Suami yang Baru Beberapa Jam Dikuburkan, 4 Anaknya Kini Yatim Piatu

Azil sendiri mengaku mau menerima keadaan di mana ia harus berpisah dengan dua adiknya.
"Karena kalau tidak dibawa sama bibi dan uwa, kasihan nanti tidak ada yang ngurus. Saya sendiri nanti ikut Bi Dedeh bersama Melinda," ujar Azil.
Azil sebenarnya mengaku sedih, tapi mau bagaimana lagi demi masa depan adik-adiknya.
"Ya asal nanti bisa bertemu. Satu tahun sekali juga tak apa. Yang penting bisa bertemu," ujar Azil.
Terkait hal itu, Dedeh menandaskan, pihak keluarga sudah tentu akan mengatur pertemuan keempat anak yatim piatu ini untuk melepas rindu.
"Tidak sampai satu tahun sekali ya, kasihan atuh. Pokoknya diatur sesering mungkin, agar kedekatan diantara mereka pun tetap terjaga," kata Dedeh. (firman suryaman)