Breaking News:

Harga Minyak Goreng di Majalengka Naik, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Harga minyak goreng curah dan kemasan di Kabupaten Majalengka mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Potret Minyak Goreng di Pasar Tradisional Sindangkasih Cigasong, Kabupaten Majalengka 

Pria yang sudah sejak 2007 berjualan sembako ini juga mengaku, akibat naiknya harga minyak goreng, cukup berpengaruh terhadap omset dagangannya.

Biasanya dia bisa menjual 50 kilogram minyak per hari. Namun saat ini hanya mampu 20-30 kilogram per harinya.

"Pendapatan juga pasti turun, sekitar 10-20 persen," jelas dia.

Naiknya harga minyak goreng juga disampaikan pedagang sembako lainnya, Nova (43).

Nova mengeluhkan dengan naiknya harga minyak goreng.

Pasalnya, para pelanggan setianya pada mengeluhkan terkait kondisi tersebut.

"Harga perkilo 18 ribu perkilogram, Minyak kemasan juga seliter Rp 18 ribu. Seminggu sekarang sudah dua kali naik harganya. Gak tau kenapa naik harganya," kata Nova.

Ia berharap, pemerintah melakukan tindakan demi kembalinya harga minyak goreng ke kondisi normal.

Baca juga: OJK Cirebon Catat Investor Saham di Ciayumajakuning Bertambah Lebih Dari 200 Persen

Apalagi, sekarang hendak menuju natal dan tahun baru.

"Sekarang paling mahal seumur-umur dagang. Katanya bisa naik terus sampai akhir tahun. Tapi semoga gak terjadi," ujarnya.

Sementara, Aimah (28), selaku pembeli minyak goreng mengatakan keberatan dengan harga minyak goreng tersebut.

Pasalnya, segala sesuatu untuk memasak harus menggunakan minyak goreng.

"Keberatan, jadi ngurangin jatah belanja, risiko dapur kan jadi naik," ucap Aimah.

Pedagang maupun pembeli berharap agar pemerintah dapat menstabilkan kembali harga kebutuhan pokok termasuk harga minyak goreng ini.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved