Breaking News:

Keluarga Rokaya TKW Indramayu di Irak Datangi Polisi Tuntut Pertanggungjawaban Perekrut

laporan ini terpaksa keluarga lakukan karena tidak ada iktikad baik dari perekrut untuk membantu pemulangan Rokaya.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Pihak keluarga Rokaya (40) didampingi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu saat membuat laporan di Polres Indramayu, Kamis (28/10/2021). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Keluarga Rokaya (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu, melaporkan pihak perekrut ke polisi.
Hal tersebut karena keluarga merasa dirugikan karena Rokaya diberangkatkannya Rokaya secara unprosedural ke Arbil, Irak pada 10 Januari 2021 lalu.
Adik dari Rokaya, Desty Puspa Mentari (29) mengatakan, laporan ini terpaksa keluarga lakukan karena tidak ada iktikad baik dari perekrut untuk membantu pemulangan Rokaya.
"Karena selama ini tidak ada iktikad baik, kita sudah komunikasi sudah hubungi dia, tapi dianya gak mau tanggung jawab," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Mapolres Indramayu.
Menurut pengakuan Rokaya, disampaikan Desty Puspa Mentari, ia awalnya ditawari untuk bekerja ke luar negeri oleh pihak perekrut melalui via telepon.
Pihak perekrut tersebut, merupakan perekrut yang sebelumnya juga pernah memberangkatkan Rokaya saat bekerja di Malaysia.
Lanjut Desty Puspa Mentari, saat itu, Rokaya awalnya ditawari untuk bekerja ke Singapura.
Hanya saja, lanjut dia, Singapura ketika itu masih tutup sehingga diganti ke Arbil, Irak.
"Kondisinya saat itu Rokaya sudah sakit, pihak perekrut juga tahu Rokaya lagi sakit," ujar dia.
Desty Puspa Mentari menyampaikan, pihak perekrut tetap membujuk Rokaya agar mau berangkat.
Perekrut mengiming-imingi gaji besar, memberikan uang fee, dapat uang jajan, kerja enak, rumah tempat bekerjanya kecil, hingga menawarkan pengobatan di Irak.
Terlebih, Rokaya diketahui juga terpaksa berangkat karena ia memiliki hutang ke perekrut sebesar Rp 2 juta.
Dalam hal ini, keluarga berharap, Rokaya bisa secepatnya pulang ke tanah air dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga di Kabupaten Indramayu.
"Keluarga juga ingin perekrut diproses lebih lanjut sesuai prosedur, keluarga minta pertanggungjawaban karena sudah dirugikan," ujar dia.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved