Breaking News:

Dituduh Mencuri, Begini Pengakuan Caslam Si Kakek Viral yang Dianiaya Warga di Majalengka

Ditemui di rumahnya di Blok Gugunungan, Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Caslam menyebut dirinya hanya seorang pemulung.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Caslam (65), pemulung dari Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka mendadak viral di media sosial lantaran diduga menjadi korban penganiayaan oleh warga 

"Menurut info kronologinya: seorang kakek pemulung kena fitnah warga/salah sasaran. Akhirnya warga main hakim sendiri. (Ceritanya kalau ditulis akan panjang)," demikian penjelasan pemilik akun.

"Lokasi: Majalengka (Jawa Barat)," lanjut keterangan itu.

Baca juga: Saat Dikubur Maling di Garut Ternyata Masih Hidup, Ini Aksi Kejam yang Dilakukan Oknum Warga

Kendati demikian, akun tersebut menyebutkan, saat ini fokus dalam hal bantuan ekonomi.

"Tapi kita fokus ekonomi beliau yang sangat butuh dibantu. Kakek hidup di rumah kecil di Majalengka (Jawa Barat) dengan istri yang sedang stroke dan anak yang belum kerja (karena harus menjaga ibunya)," lebih lanjut akun tersebut.

Hingga saat ini unggahan tersebut sudah mendapat 575 komentar.

Sebagian besar warganet menyayangkan aksi yang dilakukan warga terhadap kakek itu.

"Bang kalau bisa yang mukul itu dipukul balik dong sama keluarga korban dipukulnya bergiliran kalau bisa," tulis akun angikarzp_.

"Yang pada maen hakim sendiri apa lagi itu orang tua. Masukin penjara biar dia tahu rasanya neraka dunia," tulis akun arihermawan305.

Sementara, Penmas Humas Polres Majalengka, Aiptu Riyana membenarkan informasi tersebut.

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menangani dalam tahap penyelidikan.

"Lagi ditangani, masih dalam tahap penyelidikan," katanya.

Baca juga: Maling Mati Diamuk Warga, Jasadnya Dimasukan Karung Lalu Dikubur, Belasan Warga Garut Diamankan

Galang Donasi

Viral video kekerasan yang dialami kakek tertuduh pencuri di Majalengka mencuri perhatian dari para warganet.

Kondisi keluarga korban, sebagaimana digambarkan akun pengunggah video, membuat sebagian penggiat medsos di Majalengka bergerak untuk menggalang donasi.

Hal itu seperti yang dilakukan salah satu tim dari fan page Besok Senin, Yulian Firmansyah.

Setelah video tersebut tersebar luas di dunia Maya, Yulian berinisiatif untuk menggalang donasi bagi si kakek pemulung itu.

Yulian mengaku, penggalangan dana tersebut terlepas dari pemicu pemukulan yang dialami korban, yang disebut-sebut lantaran mencuri.

Ditegaskannya, kondisi ekonomi korban, jadi pertimbangan dirinya berinisiatif membuka donasi.

"Ini melihat kondisi istri, keluarganya, seperti yang ada dalam keterangan unggahan itu. Bisa meringankan beban supaya hal-hal seperti kasus itu tidak terulang," ujar Yulian kepada Tribun, Rabu (27/10/2021).

Dijelaskannya, penggalangan donasi itu rencananya akan dibuka sampai Jumat (29/10/2021) lusa.

Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada yang bersangkutan.

"Saya udah cantumkan nomer rekening. Mudah-mudahan bisa terkumpul, dan Jumat kami salurkan," ucapnya.

Sementara itu, Yulian menyebut, aksi pemukulan itu berawal dari adanya Mis komunikasi.

Sebelum pemukulan, si kakek memang diketahui mengambil dompet milik pedagang sayur.

"Karena terlihat mencurigakan dan berada di lokasi hilangnya tas, dia lalu dibawa ke balai Desa Cibogor."

"Awalnya kakek tidak mengaku, namun lama kelamaan setelah didesak, kakek akhirnya mengaku bahwa dia yang mengambil tas atau dompet tersebut," jelas dia.

Versi lain, jelas dia, menyebutkan si kakek mengaku menemukan tas atau dompet yang tergelatak, tanpa tau siapa pemiliknya.

Setelah diambil, sang kakek menaruhnya di tumpukan daun.

"Lalu dibawa lah si kakek ini ke balai desa. Dia mengaku menemukan, bukan mencuri. Saat dilakukan pengecekan pun, isi dompet atau tas itu dalam keadaan utuh, tidak ada yang hilang."

"Sekarang permasalahan sudah clear, diselesaikan secara kekeluargaan. Tim kami (besok Senin) dapat keterangan dari dua sumber," katanya.

Baca juga: VIRAL Kakek Pemulung Dianiaya Sejumlah Warga Membuat Netizen Geram, Ini Kata Polres Majalengka

Alissa Wahid Ingin Bertemu

Alissa Wahid, anak sulung Gus Dur, ingin bertemu dengan kakek pemulung yang dituding mencuri di Majalengka

"Ini di mana? Kejadiannya seperti apa? Saya pengen cari bapak2 baju merah & hitam yg mengeplaki kakek ini. Kalaupun si kakek benar mencuri, tidak ada alasan melakukan kekerasan seperti ini. Apalagi kalau tidak bersalah," tulis Alissa di akun Twitternya, Kamis (28/10/202),

Kontan unggahan Alissa ini mendapat respons dari warganet. 

"Astaghfirullaah.. Terlepas dari benar atau salah si Bapak tua itu, tolong jangan lalukan kekerasan pada org tua. Banyak yg ngeplaki, baju merah, baju coklat dan pria yg tidak mengenakan baju atasan," tulis  #UnityinDiversity (Fully Vaxxd) @ZieSusilo.

Alissa Wahid, anak Gus Dur, membuat cuitan ingin bertemu dengan kakek pemulung di Majalengka yang viral karena dituding mencuri.
Alissa Wahid, anak Gus Dur, membuat cuitan ingin bertemu dengan kakek pemulung di Majalengka yang viral karena dituding mencuri. (Twitter/@AlissaWahid)

Baca juga: Merasa Prihatin, Pegiat Medsos Galang Donasi untuk Kakek Korban Kekerasan di Majalengka

Baca juga: VIRAL Kakek Pemulung Dianiaya Sejumlah Warga Membuat Netizen Geram, Ini Kata Polres Majalengka

"Lihat pergerakan bapak baju putih yg mukul terakhir, sebelum mukul dia seraya berkata ke bapak baju merah yg mendorong untuk "sabar". Setelah ada bpk tak berbaju mukul, dia (baju putih) jd ikut terprovokasi mukul jg. Mental yg kalo udah ketangkep minta maaf..pasti!!!," tulis akun Rimba Khalayak™ @bayoearies24.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved