Breaking News:

BOHONG Debt Collector Online Ternyata Dijanjikan Sebagai Call Center oleh Perusahaan Pinjol Ilegal

Para debt collector itu diberikan target, dalam satu hari harus melakukan penagihan kepada 15 sampai 20 nasabah.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy, didampingi Kasubdit Siber Polda Jabar, Kompol A Prasetya, saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (18/10/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Puluhan debt collector yang direkrut perusahaan pinjaman online ilegal, awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai call center.

Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy, saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (18/10/2021).

"Proses rekrutmen, melalui aplikasi juga diundang dan interview oleh bagian HRD perusahaan tersebut. Awalnya, mereka dijanjikan untuk bekerja sebagai call center," ujar Roland.

Menurut dia, karena dijanjikan sebagai call center, orang-orang yang diinterview pun mau dan menerima pekerjaan tersebut.

"Karena penyampaiannya itu yang bersangkutan diterima sebagai call center, bukan sebagai desk collection," katanya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy, didampingi Kasubdit Siber Polda Jabar, Kompol A Prasetya, saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (18/10/2021)
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy, didampingi Kasubdit Siber Polda Jabar, Kompol A Prasetya, saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (18/10/2021) (Tribun Jabar)

Setelah menyatakan siap bekerja, kata dia, pihak pinjol ilegal kemudian menempatkan mereka sebagai debt collector online dan diberikan upah sekitar Rp 2-3 juta setiap bulannya.

"Dari keterangannya ada yang Rp 2 juta ada yang Rp 3 juta," katanya.

Dalam proses penagihannya, kata dia, para debt collector ini diarahkan agar melakukan penagihan dengan cara mengancam dan meneror.

"Operator (debt collector) itu mendapatkan arahan sudah ada nama-nama nasabah yang akan ditagihkan, dia memiliki beberapa sarana, ada yang melalui telepon, ada yang Whatsapp, dan disitulah mereka melakukan pengancaman," katanya.

Para debt collector itu diberikan target, dalam satu hari harus melakukan penagihan kepada 15 sampai 20 nasabah.

Baca juga: Polda Jabar Buru Pemilik Perusahaan Pinjol Ilegal yang Sempat Digerebek di Sleman Yogyakarta

Sementara tekait 23 aplikasinya, kata dia, sudah tidak aktif dan akan dilakukan pendalaman lagi.

Sementara korbannya, kata dia, hingga saat ini masih berjumlah satu orang.

Ia pun mengimbau kepada warga agar melapor jika merasa menjadi korban.

"Korban baru satu orang, nanti kemungkinan juga ada korban yang lain, dan mungkin masyarakat yang pernah jadi korban, silakan hubungi kami," katanya.

Sebelumnya, Dit Reskrimsus Polda Jabar kembali menetapkan enam tersangka baru dalam kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Jadi, sampai saat ini ada tujuh orang tersangka, terkait dengan debt collector ini," ujar Roland.

Ketujuh tersangka itu dikenakan Pasal 29 UU ITE, jo 45b, dan pasal 32, pasal 34 dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

Baca juga: YLKI Bilang, Pinjol Legal dan Ilegal Tak Ada Bedanya, Sama-sama Meneror Saat Menagih Utang

Peran 7 Tersangka Pinjol

Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar,  AKBP Roland Ronaldy mengungkapkan peran masing-masing tersangka pinjaman online (pinjol) ilegal.

Dikatakan Roland, saat ini sudah ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni GT, AZ, RS, MZ, EA, EM dan AB.

GT, kata dia, bertugas sebagai asisten manajer, AZ dan RS sebagai HRD, MZ sebagai IT support, EA dan EM sebagai team leader desk collection dan AB sebagai desk collection atau debt collector online.

Tugas assisten manajer, kata dia, bertanggung jawab atas semua pekerjaan bawahannya, kemudian HRD bertugas untuk merekrut orang yang hendak bekerja, lalu IT support menyediakan seluruh IT untuk mendukung kegiatan desk collection.

"Untuk team leader bertugas mengawasi pelaksanaan penagihan utang pinjol dan desk collection atau debt collector yang bertugas menagih utang ke nasabah," ujar Roland, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (16/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved