Breaking News:

Tragedi Berdarah di Lahan Tebu

Petani Penggarap Lahan Tebu Bilang LSM F-Kamis Pimpinan Anak Buah AHY Isinya Gerombolan Preman Sadis

Kembali ke sosok Taryadi anggota DPRD Indramayu kader Partai Demokrat yang diringkus polisi itu.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Fauzie Pradita Abbas
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif mengungkap ada preman memprovokasi warga sehingga terjadi peristiwa berdarah di lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ratusan petani di Kabupaten Indramayu sepakat untuk menganggap Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) sebagai oknum yang harus bertanggungjawab atas tragedi berdarah yang terjadi di lahan tebu PG Jatitujuh.

//

Mereka bahkan menyebut F-Kamis adalah gerombolan preman yang menyebabkan terus berlarut-larutnya sengketa di lahan tebu di perbatasan Indramayu-Majalengka tersebut.

Polisi saat mengamankan seorang terduga pelaku yang menewaskan 2 petani tebu warga Majalengka pada lahan tebu PG Jatitujuh di Desa Amis, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Senin (4/10/2021).
Polisi saat mengamankan seorang terduga pelaku yang menewaskan 2 petani tebu warga Majalengka pada lahan tebu PG Jatitujuh di Desa Amis, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Senin (4/10/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Hal tersebut disampaikan para petani penggarap desa penyangga lahan HGU PG Rajawali II di Balai Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (11/10/2021).

Seorang petani, Akim mengatakan, F-Kamis pun harus bertanggungjawab penuh atas meninggalnya dua petani tebu asal Majalengka akibat bentrok yang terjadi pada Senin (4/10/2021) kemarin.

"Kami petani penggarap HGU PG Rajawali II menolak F-Kamis," ujar Akim saat melakukan deklarasi sikap.

Akim menyampaikan, sedikitnya ada 4 poin yang menjadi pernyataan sikap para petani dari 4 kecamatan di Kabupaten Indramayu tersebut.

Konferensi pers pengungkapan kasus tragedi berdarah pada lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka di Mapolres Indramayu, Rabu (6/10/2021).
Konferensi pers pengungkapan kasus tragedi berdarah pada lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka di Mapolres Indramayu, Rabu (6/10/2021). (Tribun Cirebon/ Handhika Rahman)

Pertama, petani penggarap lahan HGU PG Rajawali II menuding F-Kamis adalah gerombolan preman yang sering mengintimidasi petani. 

Kedua, petani yang ada di desa-desa penyangga siap bermitra dengan PG Rajawali II serta mengikuti seluruh aturan yang disarankan pemerintah. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved