Breaking News:

Tangani Overstaying Barang Rampasan dan Sitaan, Rupbasan Gandeng Kejari Kota Cirebon

basan dan baran tersebut harus ditangani secara maksimal agar tidak overstay saat disimpan di Rupbasan Kelas I Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Rupbasan Kelas I Cirebon, Fajar Nurcahyono Assyifa (kiri), dan Kajari Kota Cirebon, Umaryadi (kanan), saat menandatangani perjanjian kerja sama di Aula Kejari Kota Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON -

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Cirebon bekerja sama dengan Kejari Kota Cirebon untuk menangani overstaying barang rampasan (basan) dan barang sitaan (basan).

Kerja sama itu dituangkan dalam MoU yang ditandatangani langsung oleh Kepala Rupbasan Kelas I Cirebon, Fajar Nurcahyono Assyifa, dan Kepala Kejari Kota Cirebon, Umaryadi.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tersebut berlangsung di Aula Kejari Kota Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (30/9/2021).

Dalam sambutannya, Kepala Rupbasan Kelas I Cirebon, Fajar Nurcahyono Assyifa, mengatakan, PKS itu bertujuan untuk menentukan kejelasan dan kepastian hukum basan dan baran.

Pasalnya, menurut dia, basan dan baran tersebut harus ditangani secara maksimal agar tidak overstay saat disimpan di Rupbasan Kelas I Cirebon.

"Penanganan ini membutuhkan peran serta banyak pihak, khususnya aparat penegak hukum (APH)," kata Fajar Nurcahyono Assyifa saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, sinergitas dari para APH dibutuhkan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sehingga penanganan maksimalnya dapat terwujud.

Selain itu, basan dan baran tersebut juga membutuhkan kepastian hukum sehingga overstaying di rupbasan tidak terjadi lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved