Breaking News:

Satpol PP Bakal Tangkapi Siswa yang Ketahuan Nongkrong Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kegiatan nongkrong di pusat-pusat keramaian ini, menurut Dedi, memang menjadi salah satu kekhawatiran mereka pada pelaksanaan PTMT ini.

Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi didampingi unsur Forkopimda meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disejumlah sekolah, Kamis (2/9/2021). 

Satpol PP Awasi Anak-anak Sekolah di Mal

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan telah berkoordinasi dan membentuk tim khusus petugas gabungan bersama Satpol-PP menyusul pelaksanaan pembelajaran tatap mula terbatas (PTMT) yang sudah berjalan sejak pekan lalu. Setiap hari, kata Dedi, tim khusus ini akan berpatroli melakukan penelusuran ke mal atau pusat keramaian.

"Tugasnya mencari dan menindak siswa yang tertangkap nongkrong pada saat jam pelajaran berlangsung dan jam pulang sekolah," ujar Dedi saat dihubungi melalui telepon, Kamis (9/9).

Kegiatan nongkrong di pusat-pusat keramaian ini, menurut Dedi, memang menjadi salah satu kekhawatiran mereka pada pelaksanaan PTMT ini.

Terlebih sudah hampir dua tahun para siswa tak bertemu dengan teman-teman sekolahnya karena pembelajaran dilakukan secara daring.

Baca juga: LO Covid-19 Masih Temukan Sejumlah Catatan Terkait Pelaksanaan PTM di Majalengka

Baca juga: Pantau Hari Pertama PTM Terbatas, Sekda Kota Cirebon Mengapresiasi Pelaksanaan dan Beri Catatan Ini

Di sisi lain,  pengawasan tentu tak bisa lagi dilakukan oleh pihak sekolah ketika para siswa sudah berada di luar lingkungan satuan pendidikan.

Sebagai upaya pencegahan potensi penularan, kata Dedi, pihak sekolah juga harus selalu berkoordinasi dengan puskesmas dan aparat kewilayahan setempat.

"Koordinasi menjadi sangat penting, terutama bila terjadi suatu kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah, maka Satgas penanganan Covid-19 di satuan pendidikan, harus secara cepat melakukan penanganan sementara, dan tetap berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat," ujarnya.

Dedi mengatakan, sekolah diberikan pilihan untuk menerapkan salah satu dari dua pola saat menggelar PTMT. Pertama, pola blok per pekan. Kedua, pola sif.

"Pola sif itu, misalkan siswa sif pertama masuk jam 07.00 sampai 10.00. Pada pukul 10.00 sampai 12.00 dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Setelah dua jam tersebut, barulah siswa sif kedua masuk mulai pukul 13.00 -15. 00. Sedangkan pola blok per pekan, misalkan pekan ini, siswa blok A masuk PTM dan pekan depan PJJ dan terus bergantian tiap pekannya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved