Breaking News:

Agar Tak Seperti Lapas Kelas 1 Tangerang, Kalapas Kuningan Cek APAR dan Jaringan Listrik

upaya pencegahan terhadap kejadian Kebakaran di lingkungan Lapas, itu dilaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan UPT Pemadam Kebakaran Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Petugas saat melakukan pembakaran barang bukti hasil penggeledahan di Lapas Kuningan Kelas II Kuningan, Senin (21/9/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Insiden kebakaran terjadi di Lapas Tanggerang hingga menewaskan 41 napi membuat Lapas-lapas, termasuk Lapas Kelas IIA Kuningan, mengantisipasi penyebab kebakaran di Lapas.

Demikian hal itu dikatakan Kalapas Kuningan, yakni Gumilar Budirahayu saat dihubungi ponselnya, Rabu (8/9/2021).

Menurut Kalapas, Kanwil Kemenkumham Jabar mengeluarkan surat perintah kerja sebagai antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan. 

"Di antaranya, yaitu meningkatkan kewaspadaan penggunaan alat elektronik serta memeriksa kondisi kelistrikan pada kantor masing-masing, pastikan alat pemadam api ringan (APAR) dalam kondisi siap pakai dan paham cara memakainya," kata Gumilar Budirahayu saat mengawali perbincangan.

Baca juga: DAFTAR Lengkap Nama-nama Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Ada 2 WNA & Seorang Napi Teroris

Di samping itu, kata Gumilar, pihaknya segera melakukan pembenahan jaringan Iistrik yang bekerjasama dengan PLN setempat.

"Bentuk pelaksanaannya, yaitu merapihkan kabel dan memastikan alat yang mengandung unsur listrik dan api dalam keadaan layak dan aman dipakai," katanya.

Gumilar menambahkan, upaya pencegahan terhadap kejadian Kebakaran di lingkungan Lapas, itu dilaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan UPT Pemadam Kebakaran Kuningan.

"Tadi kita kordinasi dengan UPT Damkar. Tadi menurut petugas Damkar, untuk lingkungan Lapas terbilang aman dengan dukungan bangunan luas serta terdapat sumber mata air besarnya. Namun dalam saran daripada ahli pemadam kebakaran, kita harus memilih mesin pompa air besar sebagai alat cadangan saat harus digunakan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved