Breaking News:

Daun Dewa

Kolesterol Jahat Dalam Tubuh Bakal Berkurang, Cukup Makan 3 Lembar Daun Dewa Pada Waktu Ini

Berikut khasiat daun dewa atau daun sambung nyawa yang ampuh mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh.

Youbeli
Daun dewa (Gynura procumbens) untuk mengobati berbagai penyakit. 

Dengan falvonoid, sel kanker diatasi dengan menekan pasokan nutrisi dan oksigen sehingga sel-sel kelaparan mati dan mati.

Berdasarkan berbagai bukti ilmiah, kandungan daun dewa seperti tertulis di atas, sebagian besar berpotensi sebagai karsinogenik alias anti kanker.

  • Obat alami untuk diabetes

Manfaat selanjutnya dari daun dewa adalah sebagai obat alami untuk diabetes.

Agar gula darah selalu dalam kadar normal Anda bisa mengonsumsi daun sambung dewa  (gynura procumbens).

Daun dewa terbukti mampu menetralkan dan menjaga kadar gula diabetik.

Untuk cara konsumsinya sangat mudah, Anda tinggal memilihnya langsung sebagai sayuran segar, atau bisa juga jamu seperti yang telah disebutkan tadi.

Untuk mengonsumsi daun dewa sebagai sayuran segar, berikut ini cara yang bisa digunakan:

Siapkan 7 helai daun dewa

Cuci hingga bersih di bawah air mengalir

Lakukan ini sebelum makan sehingga dapat digunakan sebagai lalapan saat sarapan dan malam hari.

Menurunkan kolesterol

Daun dewa juga bisa digunakan untuk mengobati kolesterol dengan membuang kolesterol jahat dari dalam tubuh.

Cara mengonsumsinya sangat mudah, cukup mengonsumsi 3 lembar daun dewa ini setiap kali makan.

Kurangi hipertensi secara alami

Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi tidak boleh diremehkan, penyakit ini adalah salah satu penyakit mematikan.

Karena penyakit tersebut merupakan pemicu datangnya penyakit lain seperti stroke dan kerusakan pembuluh darah.

Daun dewa sangat berkhasiat dalam menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) karena memiliki sifat hipotensi yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah.

Cara mengkonsumsi daun herbal ini bisa dibuat herbal, jus, atau dikonsumsi langsung dengan menu makanan.

Banyak pasien atau pasien hipertensi yang terpaksa meminum obat seumur hidup agar tekanan darahnya stabil.

Namun yang pasti ada efek samping penggunaan obat kimia jangka panjang yang tentu sangat berbahaya. Jadi, alternatif terbaik adalah mengonsumsi daun dewa.

  • Bantu mengobati sinusitis

Sinusitis adalah penyakit yang disebabkan oleh radang dinding sinus.

Gejalanya khas dan mudah dikenali dalam bentuk pilek terus menerus tanpa disertai flu, suaranya berubah, rasa sakit di daerah wajah.

Penyakit ini tidak harus berakhir di meja operasi, dengan secara rutin dan berkala mengonsumsi 7 daun dewa, yang diolah menjadi jus hingga sinusitis dapat disembuhkan.

  • Pengobatan alami penyakit hati

Manfaat daun dewa selanjutnya adalah untuk pengobatan penyakit hati tradisional. Caranya sedikit berbeda, yaitu dengan membuat jus dari daun dewa.

Sedikit catatan bagi penderita penyakit hati, usahakan untuk selalu menghindari makanan yang kaya lemak.

Konsumsi terus sari daun dewa terus berlanjut secara teratur.

Ciri-ciri dan harga daun dewa

Berdasarkan info katalog dari marketplace Tokopedia, kita sudah bisa membeli daun dewa, baik dalam kondisi segar, kering maupun yang sudah diolah menjadi capsul atau tablet.

Harga daun dewa ini pun beragam.

Untuk daun dewa yang segar dibanderol mulai Rp 12.000. Sementara, daun dewa kering dibanderol sekitar Rp 7.500.

Jika ingin praktis, anda bisa membeli daun dewa yang sudah diolah menjadi berbentuk kapsul atau tablet. Harganya mulai Rp 60.000.

Nah, untuk mendapatkan daun dewa yang mujarab menogbati berbagai penyakit kronis ini, tentu kita harus tahu ciri-cirinya.

Baca juga: Rahasia Pasien Covid-19 di India Cepat Sembuh Terungkap, Konsumsi Makanan Ini Tiga Jam Sebelum Tidur

Baca juga: Dahsyatnya Daun Dewa Manjur Turunkan Kolesterol Hingga Obati Diabetes, Begini Cara Benar Mengolahnya

Lalu, bagaimanakan ciri-ciri daun dewa yang disebut bisa mengobati tekanan darah tinggi hingga diabetes itu.

Dilansir tribuncirebon.com dari banten.litbang.pertanian.go.id, berikut ciri-ciri daun dewa:

Tanaman Daun Dewa (Gynura segetum), penampilannya mempunyai keunikan tersendiri, daunnya berwarna hijau tua dengan garis ungu di pinggirnya.

Warna daun bagian atas lebih tua daripada bagian bawah, permukaan daunnya mempunyai bulu-bulu halus. wujud daun bulat memanjang, dengan pinggir berlekuk, bertangkai daun amat pendek.

Bentuk Daun Dewa yang memiliki beragam khasiat dan kandungan manjur untuk berbagai obat.
Bentuk Daun Dewa yang memiliki beragam khasiat dan kandungan manjur untuk berbagai obat. (Wikipedia Commons)

Lalu, batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan. Tinggi batangnya cuma 10-25 cm.

Bunganya nampak di ujung batang. sebelum saat mekar, bunganya serupa kancing, serta berupa layaknya himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar.

Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecokelatan. dari bunga, umumnya segera rontok, tidak pernah jadi buah.

jika berbuah, memiliki bentuk lonjong dengan diameter 4-5 mm.

Yang tidak kalah menarik merupakan akarnya yang membentuk umbi dengan panjang lebih kurang 5-8 cm.

Ukuran penampang pada 3-5 cm. Kulit umbi berwarna keabu-abuan, namun daging umbinya terlihat bening sampai keruh.

Tanaman ini terhitung tanaman semak tahunan serta mempunyai lebih dari satu nama tempat. Di jateng, daun dewa disebut sambung nyawa ( jateng ).

Orang Cina menyebutnya san qi cao. mengingat orang-orang cina pada akrab dengan daun dewa, jadi tanaman ini juga dinamakan beluntas Cina.

Beluntas merupakan tanaman yang sekerabat dengan daun dewa.

Ciri-ciri Daun Dewa yang lainnya yaitu batang muda daun dewa berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak.

Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling.

Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda.

Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan. (Tribuncirebon.com)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved