Breaking News:

Buntut Pengeboran Air Oleh PT Sinde Budi Sentosa yang Ditolak Warga, Oknum BPD Mengundurkan Diri

Wakil BPD Dedi Suhandi menyatakan mengundurkan diri setelah malakukan audensi di Aula Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Kamis (2/9)

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
dok.warga Desa Kalapa Gunung
Ilustrasi: Sejumlah warga Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Jawa Barat memasang spanduk penolakan pengeboran air bawah tanah untuk kebutuhan produksi perusahaan PT Sinde Budi Sentosa, Sabtu (17/7/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Buntut masalah pengeboran air bawah tanah yang diklaim PT Sinde Budi Sentosa telah mendapatkan izin operasional, sejumlah warga desa berhasil membuat oknum Wakil Badan Permusyawarahan Desa (BPD) mengundurkan diri.

Wakil BPD Dedi Suhandi menyatakan mengundurkan diri setelah malakukan audensi di Aula Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan Jawa Barat, Kamis (2/9/2021).

"Pak Dedi atau Wakil BPD desa kini sudah mengundurkan diri. Tadi disela audensi warga dengan BPD dan melalui pengakuan diri, yang bersangkutan menyatakan mundur dari jabatan BPD," ujar Hafiz salah seorang warga di sela audensi.

Baca juga: Muncul Penolakan Pengeboran Air di Lingkungan Warga, Manajemen PT Sinde Budi Sentosa Ungkap Begini

Dia menyebut, Wakil BPD itu dinilai warga memiliki sejumlah permasalahan yang dianggap sering melakukan pelanggaran hingga melukai perasaan masyarakat. Terutama mengenai permaslahan PT Sinde Budi Sentosa.

"Banyaknya bentuk pelanggaran hingga melukai perasaan masyarakat, terutama ada  tindakan somasi yang dilakukan oleh PT Sinde Budi Sentosa terhadap warga kami," katanya.

Hafiz juga menjelaskan bahwa saat audensi BPD bersama warga berlangsung,  semua anggota BPD serta Ketua BPD mengetahui bentuk kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oknum Wakil BPD tersebut.

"Hasil daripada audensi tadi, Ketua dan Anggota BPD lainnya juga mengakui bahwa oknum Wakil BPD tadi di nilai bersalah serta banyak melakukan pelanggaran sebagai pejabat desa," katanya.

Baca juga: Warga Desa Kalapa Gunung Pasang Spanduk Penolakan Pengeboran Air Bawah Tanah PT Sinde

Dalam audiensi tersebut. Dedi Suhandi mengakui bersedia mundur dari jabatan sebagai Wakil BPD karena telah membuat masyarakat tidak merasa nyaman.

"Atas ketidaknyamanan ini saya mundur dan tidak akan mempertahankan jabatan ini," ungkap Dedi kepada warga dalam audensi tadi.

Sementara itu, Edi Prihatin sekaligus Ketua BPD Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, menerima hasil audensi yang menjadi suatu kesepakatan warga, serta menerima langsung pengunduran diri Wakil BPD Dedi Suhandi.

"Adanya pengunduran diri Wakil BPD kami terima dan akan kami lakukan pembahasan di internal," ungkapnya.  (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved