Breaking News:

Genjot Vaksinasi Covid-19, Bupati Kuningan Acep Purnama Targetkan 80 Persen Dalam Beberapa Bulan

program vaksinasi di Kuningan diberikan pada masyarakat hingga 80 persen. Namun hingga saat ini target demikian belum tercapai.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama ditemui di acara BPN Kuningan, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Muncul program Grebeg Desa dalam vaksinasi tentu memberikan nilai Kebaikan pada kesehatan lingkungan di masa Pandemi Covid19.

"Ya Pandemi Covid19 ini jangan salah bisa menjadi endemik. Sebab untuk Virus ini belum ada obatnya," ungkap Bupati Kuningan H Acep Purnama di sela kunjungan langsung di  Grebeg Desa Vaksinasi Covid-19 yang dilangsungkan di Desa Jati Mulya, Kecamatan Cidahu, Kuningan Jawa Barat, Kamis (26/8/2021).

Bupati menargetkan program vaksinasi di Kuningan diberikan pada masyarakat hingga 80 persen. Namun hingga saat ini target demikian belum tercapai.

"Berdasar data kami terima, ada sektar 20-25 persen masyarakat yang telah divaksin. Jadi dalam beberapa bulan ke depan, target 80 persen bisa terpenuhi," katanya.

Baca juga: Jadwal Vaksinasi di Kuningan Kamis 26 Agustus 2021, Lokasinya Ada di Sini, Siapkan Foto Copy KTP ya

Baca juga: Ribuan Santri di Indramayu Antusias Ikut Vaksinasi Polda Jabar, Kapolda: Jangan Lengah

Seusai mendapat target pelaksanaan vaksinasi , kata Acep mengklaim bahwa itu salah satu patokan kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas dan kegiatan di lingkungan sekitar.

"Dengan pencapaian target vaksinasi hingga 80 persen dari jumlah penduduk Kuningan, ini bisa memberikan keleluasaan warga untuk beraktivitas," katanya.

Masa PPKM Darurat di Kuningan, Acep mengaku bahwa pengawasan terhadap masyarakat tetap dilakukan. Terutama pada lokasi objek wisata yang diberikan kebijakan untuk buka dengan taat dan patuh pada prokes  (protokol kesehatan).

"Adanya pembukaan objek wisata, tetap kami lakukan pengawasan. Seperti pembatasan kuota pengunjung dan tetap menggunakan protokol kesehatan serta adanya pembatasan jam operasional," ujarnya.

Alasan pembukaan wisata di Kuningan, kata Bupati mengaku bahwa ini sebagai langkah pemulihan ekonomi yang dilakukan boleh dilakukan lapisan masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved