Breaking News:

Anak-anak di Majalengka yang Kehilangan Orang Tua Karena Covid-19 Jadi Tanggung Jawab Negara

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) guna menyasar anak anak yang kehilangan or

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Dinas Sosial Majalengka, Gandana Purwana 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Majalengka masih melakukan pendataan kepada anak yatim piatu yang kehilangan orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19. 

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Majalengka, Gandana Purwana menyatakan, jika orang tua yang gugur karena Covid-19 itu maka anak-anaknya menjadi tanggung jawab negara.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) guna menyasar anak anak yang kehilangan orang tuanya yang meninggal karena Covid.

"Untuk itu kami (Pemerintah Daerah) tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Pendataan tersebut dilakukan hingga seluruh kecamatan se-Majalengka," ujar Gandana kepada media, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Bantuan dari Kemensos Disalurkan Pemkab Cirebon, Setiap Warga Sasaran Terima 10 Kg Beras

Baca juga: Dua Staf Mensos Tri Rismaharini Kena Semprot Bupati Alor, Berawal dari Masalah Santunan Kemensos

Gandana menyebutkan, pendataan hingga tingkat kecamatan itu guna mengetahui data riil jumlah anak-anak yatim piatu tersebut.

Pasalnya jika hanya mengacu dari data Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka hanya mencatat nama-nama yang meninggal dunia saja, tidak beserta keluarganya.

Sehingga diharapkan melalui pendataan sampai ke tingkat kecamatan itu untuk mengetahui jumlah angka secara pasti.

Pihaknya membenarkan telah menerima surat dari Kemensos guna menindaklanjuti kebijakan tersebut.

"Iya benar ada suratnya dari Kemensos. Program ATENSI ini insya Allah tidak PHP lagi," ucapnya.

Terkait langkah pemerintah dalam memberikan perlindungan dan hak anak-anak setelah pendataan tersebut, Gandana mengaku menunggu arahan atau juklak juknis dari kementerian sosial.

Apakah nantinya anak-anak tersebut akan dimasukkan ke rehabilitasi atau panti asuhan.

"Sampai saat ini memang belum ada juklak dan juknisnya dari Kemensos. Kita juga masih menunggu," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved