Breaking News:

PPKM Level 3, Tingkat Keterisian Tempat Tidur di RSUD Majalengka Terus Menurun

Memasuki penerapan PPKM Level 3, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSUD Majalengka terus menurun.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
RSUD Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Memasuki penerapan PPKM Level 3, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio ( BOR) di RSUD Majalengka terus menurun.

Hal itu juga dibarengi dengan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 tersebut, yakni hanya 21 orang.

Direktur RSUD Majalengka, dr Erni Harleni mengatakan, jumlah itu berbanding terbalik pada bulan Juli lalu.

Ketika itu  tingkat BOR mencapai puncaknya, yakni hampir 100 persen.

"Tingkat BOR rumah sakit hari ini 38,89 persen. Sangat jauh menurun dibandingkan hari-hari di bulan Juli lalu," ujar Erni kepada Tribun, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Inovasi Untuk Menekan Penyebaran Covid-19 Selama PPKM, Berhasil Turunkan Kasus Aktif dan BOR

Baca juga: Tinggal 7.572 Tempat Tidur Masih Terisi Pasien Covid-19, BOR di Jabar Turun Jadi 41,29 Persen

Dari data yang ada, di ruang isolasi hanya tersisa 21 pasien yang menjalani pasien Covid-19.

Jumlah itu terdiri dari 18 orang terkonfirmasi dan 3 orang kategori suspek Covid-19.

"Kemarin ada 25 orang, cuma 4 sudah dinyatakan sembuh jadi tersisa 21 orang. Alhamdulilah, hari ini tidak ada yang meninggal," ucapnya.

Erni menyampaikan, penurunan BOR secara signifikan terjadi sejak awal Agustus 2021 ini.

Atau saat Kabupaten Majalengka menerapkan penerapan PPKM Darurat hingga akhirnya turun level ke level 3.

"Kita pernah mengalami lonjakan pasien pada bulan Juli. Saat itu sehari pernah ada tenaga kesehatan yang terkonfirmasi mencapai 113 orang. Saat ini sudah menurun," jelas dia.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, meski jumlah pasien Covid-19 terus menurun namun warga harus tetap waspada dan taat protokol kesehatan.

"Ini berkat kerja keras semua pihak dan dukungan dari Gubernur Jabar. Meski telah turun peringkat, semua pihak tetap waspada. Protokol kesehatan dengan mengenakan masker, jaga jarak serta rajin cuci tangan tetap harus dijaga," kata Karna.

Dengan penerapan protokol kesehatan ketat, Karna yakin pandemi bisa dikendalikan.

Penularan juga bisa ditekan sehingga kehidupan di kota angin ini secara berkala bisa kembali menuju normal.

"Jika pandemi bisa ditekan, otomatis perekonomian juga akan kembali bergeliat yang ujungnya kesejahteraan masyarakat bisa kembali pulih," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved