Breaking News:

Tenaga Kesehatan di Kuningan Bisa Tersenyum Lebar, Insentif 3 Bulan Penanganan Covid-19 Sudah Cair

Tenaga kesehatan yang mendapat insentif itu tergabung dalam dinas kerja di RSUD 45 Kuningan, Rumah Sakit Umum Daerah serta Dinas Kesehatan Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Petugas kebersihan membersihkan ruangan di RSUD 45 Kuningan yang dinyatakan tutup hingga 30 Agustus 2020. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Tenaga kesehatan di Kabupaten Kuningan sudah bisa tersenuyum lagi. Pasalnya, insentif dalam penanganan Covid-19 yang sempat tertunda, sudah cair untuk tiga bulan Januari-Maret 2021.  

"Untuk tahun sekarang, selama tiga bulan sudah kita keluarkan anggaran untuk bayar insentif. Tiga bulan itu, mulai dari Januari hingga Maret 2021," ungkap Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kuningan, Otang Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Komplek Setda Pendopo Kuningan, Jum'at (6/8/2021).

Otang menyebut sumber biaya pembayaran sebelumnya memang dari pemerintah pusat dan sekarang itu dibebankan kepada pemerintah daerah.

"Pembayaran insentif ini berdasar pada peraturan Mendagri dan Menkes 28 Juli 2021, SE bersama No 440 /4066/SJ dan Menkes No HK.01.08/Menkes/930/2021 tentang percepatan pemberian insentif Nakes dalam penanganan Virus Corona 19," ujarnya.

Baca juga: 7 Bulan Duit Insentif Nakes KBB Belum Juga Cair, Ini Kata Anak Buah Plt Bupati Hengky Kurniawan

Baca juga: Duit Insentif Nakes di Tasikmalaya Segera Cair, DPRD Minta Jangan Sampai Satupun yang Terlewat

Tenaga kesehatan yang mendapat insentif itu tergabung dalam dinas kerja di RSUD 45 Kuningan, Rumah Sakit Umum Daerah serta Dinas Kesehatan Kuningan.

"Untuk biaya insentif bagi Nakes di Rumah Sakit Linggajati itu sebesar Rp 941.071.512, kemudian untuk Nakes di Dinkes sebesar Rp 1.810.714.516 dan Nakes di Rumah Sakit 45 Kuningan itu sebesar Rp 2.260.178.703, jadi total biaya dikeluarkan itu sebanyak Rp 5.011.964.732," katanya.

Mengenai biaya insentif yang dibayarkan itu sesuai permintaan daripada lembaga yang disebut tadi. "Ya soal teknis berapa nakes itu dilaksanakan di masing - masing SKPD," katanya.

Menyinggung soal tiga bulan terakhir yang belum ditunaikan dalam pembayaran insentif, Otang mengklaim bahwa dalam bulan ini akan diselesaikan dan BPKAD sendiri masih menunggu data pengajuan dari masing - masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

"Untuk pembayaran insentif tiga bulan terakhir atau untuk Bulan Mei, Juli dan Juni itu akan diselesaikan dalam waktu dekat," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved