Breaking News:

Anak Tak Punya Lubang Anus

Tak Kuat Menceritakan Kondisi Anaknya Tak Punya Anus hingga soal Pengobatannya, Wartiah Menangis

Wartiah pun tak kuat menahan tangis saat menceritakan bagaimana anaknya saat harus buang air besar hingga bagaimana cara mencari uang untuk pengobatan

Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Suasana haru begitu terasa ketika Wartiah (43) menceritakan kondisi anaknya, Kusniah (6) yang mengalami kelainan Atresia Ani atau memiliki kelainan tidak punya lubang anus. 

Masih diceritakan Wartiah, ia bahkan sempat terpaksa menunggak membayar iuran BPJS karena tak memiliki uang hingga berhutang.

Baca juga: 11 Tahun Gaji Tak Dibayar Majikan TKW Asal Indramayu Ini Viral di Medsos, SBMI Ungkap Kronologinya

Tidak hanya itu, keluarga diketahui juga kini harus rutin mengeluarkan biaya sebesar Rp 500 ribu setiap bulan untuk membeli semacam lem agar lubang buatan di perut Kusniah tidak infeksi.

Wartiah juga terpaksa menggunakan plastik yang bisa digunakan untuk bakso karena tak memiliki uang untuk membeli plastik khusus guna membungkus lubang buatan tersebut.

Plastik itu sebagai penampung bilamana Kusniah ingin buang air besar (BAB), kotoran itu selalu tiba-tiba keluar begitu saja dari lubang tersebut.

"Semua demi anak," ucapnya.

Perlu Uluran Tangan

Tangis Wartiah (43) pecah saat menceritakan kondisi yang dialami anaknya, Kusniah (6) yang mengalami kelainan Atresia Ani atau memiliki kelainan tidak punya anus.
Tangis Wartiah (43) pecah saat menceritakan kondisi yang dialami anaknya, Kusniah (6) yang mengalami kelainan Atresia Ani atau memiliki kelainan tidak punya anus. (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Wartiah berharap, ada pihak yang bisa membantu kesembuhan Kusniah agar bisa kembali normal seperti anak-anak lainnya.

Dalam hal ini, Kusniah diketahui juga divonis mengalami kelainan jantung, jika ingin menjalani operasi anus, bocah malang tersebut harus menjalani operasi jantung lebih dahulu.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan hidup, Wartiah dan suaminya hanya mengandalkan warung dagangan yang ia buat di rumah, faktor ekonomi membuat bocah malang tersebut belum mendapat penganan lanjutan pasca operasi 5 tahun lalu.

Baca juga: Sehari Bekerja di Turki, TKW Asal Indramayu Ini Mendadak Tewas, SBMI Ungkap Kronologi Lengkapnya

Di sisi lain, setelah mendapat laporan, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) langsung melakukan kunjungan ke keluarga Kusniah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved