Breaking News:

Arab Saudi Mulai Izinkan Ibadah Umrah, Berikut Syarat untuk Warga Indonesia dan 8 Negara Lainnya

Kabar gembira bagi umat Islam, pemerintah Arab Saudi mulai mengizinkan jemaah internasional untuk melaksanakan ibadah umrah mulai 10 Agustus

Editor: dedy herdiana
(Sky News)
Di tengah pandemi corona yang melanda dunia, pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi tetap berlangsung mengikuti protokol kesehatan. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Kabar gembira bagi umat Islam, pemerintah Arab Saudi mulai mengizinkan jemaah internasional untuk melaksanakan ibadah umrah mulai 10 Agustus, bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H.

Langkah itu diambil pemerintah Arab Saudi setelah ibadah haji khusus bagi jemaah lokal rampung dilaksanakan.

”Masjid raya siap menerima jemaah umrah," kata Wakil Kepala Urusan Masjidil Haram, Saad bin Muhammad al-Muhaimid, seperti dikutip Daily Star.

Baca juga: 996 Calon Jemaah Haji di Kuningan Batal Lagi Berangkat Haji, Ini Kata Kasi Haji dan Umroh Kemenag

Media lokal, Haramain Sharifain, melaporkan, Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi akan mengizinkan semua negara membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi khusus jemaah umrah kecuali 9 negara yang sebelumnya memang dilarang masuk ke Arab Saudi, yakni Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Namun demikian, itu tak lantas berarti bahwa warga dari kesembilan negara yang belum diizinkan melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi tak bisa melaksanakan umrah pada tahun ini.

Para calon jemaah umrah dari kesembilan negara itu tetap dapat melaksanakan ibadah umrahnya pada tahun ini.

Baca juga: Pengusaha Travel Umrah Gigit Jari, Akses Masuk Arab Saudi Ditutup, Jamaah Tak Bisa Berangkat

Namun dengan syarat mereka harus transit di negara ketiga dan menjalani karantina 14 hari sebelum masuk Arab Saudi.

"Boleh ke Arab Saudi kalau mau dikarantina di negara lain dulu, yang enggak di-banned selama 14 hari," ujar Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) Zaky Zakaria dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Zaky mengaku belum mendapat informasi, kapan Arab Saudi bisa kembali menerima jemaah Indonesia masuk wilayahnya secara langsung.

Namun, ia memperkirakan itu akan terjadi jika vaksinasi sudah mencapai 70 persen dan kondisi pandemi sudah membaik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved