Kamis, 30 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

PPKM Darurat Strategi Batasi Mobilitas dan Tekan Kasus Covid-19

Pemerintah memberlakukan PPKM Darurat untuk membatasi mobilitas masyarakat dan menekan penyebaran Covid-19.

Tayang:
Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan pers via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung 

Mengenai kasus harian, Ridwan Kamil mengakui masih cukup tinggi meskipun angkanya terus turun.

Secara total, angka kasus aktif COVID-19 di Jabar mencapai 123.000 dan mayoritas melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Secara umum kasus aktif kita 123.000 ini mayoritas pasien COVID-19  di Jabar ada di rumah-rumah dalam bentuk isoman. Yang sembuh 405.000 meninggal kurang lebih total 7.611," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menjelaskan, naiknya kasus aktif di Jawa Barat bermula saat libur idul fitri serta adanya varian COVID-19 delta yang semakin membuat angka kasus tinggi.

Sebelum idul fitri, angka BOR Jawa Barat berada di bawah 30 persen, begitu pun dengan kasus aktif COVID-19 pun masih berada di bawah rata-rata nasional.

"Varian delta COVID-19 tidak bisa dibatasi dengan batasan administrasi sehingga isu naiknya tidak hanya di Jawa Barat tapi di Jawa dan Bali," kata Ridwan Kamil.

Terkait dengan tingkat kepatuhan masyarakat PPKM Darurat, Ridwan Kamil menyebut ada sedikit peningkatan.

Khususnya disipin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

"Kita punya aplikasi untuk mengukur kedisiplinan, 670.000 titik melaporkan melalui handphone antara periode selama PPKM ada 4 juta manusia yang terpantau. Hari-hari ini ketaatan menggunakan masker ada di 86 persen menjaga jarak di 85 persen," jelasnya.

Persentase masyarakat yang diam di rumah selama PPKM Darurat pun meningkat.

Meskipun berdasarkan indeks mobilitas, masih ada beberapa daerah pergerakannya tinggi pada malam hari khususnya di kawasan industri.

"Kalau kita gunakan teknologi lain, presentase masyarakat yang di rumah meningkat dari rata-rata naik 30 persen yang tidak ke mana-mana," sebut Kang Emil.

Di sisi lain, Ridwan Kamil menyebut Pemda Provinsi Jabar akan terus mengakselerasi program vaksinasi.

Pasalnya, jika dilihat dari presentase vaksinasi di Jawa Barat masih cukup kurang.

Menurutnya, hal ini dikarenakan kurangnya pasokan vaksin.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved