Ibu di Indramayu Menangis Saat Lihat Para Jemaah Pulang Lagi, Tak Bisa Shalat Idul Adha Berjamaah
"Melihat itu saya sedih, nangis tadi saya tuh. Ya Allah mau Salat Ied saja susah banget, padahal ini kan setahun sekali,"
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sri Wulan Indrajani berpendapat, jika pemerintah terlalu menekan masyarakat dengan peraturan yang ketat dapat membuat warga ketakutan hingga menurunkan imunitas.
Jika imunitas masyarakat turun, menurutnya akan mudah sekali terpapar Covid-19.
"Kalau aturannya ketat kaya gini, jadi bikin takut masyarakat, terus imun jadi turun gimana? mau beres gimana Covid-19," ucapnya.
Sri Wulan Indrajani berharap, pandemi Covid-19 bisa secepatnya berakhir dan semua aktivitas bisa kembali normal, termasuk soal kegiatan keagamaan.
Berdasarkan pantauan Covid-19 yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu sampai dengan 19 Juli 2021, diketahui total kasus mencapai 14.153 orang terkonfirmasi Covid-19.
Dengan rincian, 1.853 orang masih menjalani perawatan, 11.692 orang sembuh, dan 608 orang meninggal dunia.
Diberitakan sebelumnya, Ibu di Kabupaten Indramayu ini mengaku tidak kesulitan melaksanakan Salat Iduladha walau sendirian atau tidak berjamaah.
Sri Wulan Indrajani (52), warga Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu ini mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan banyaknya informasi soal tata cara atau petunjuk melaksanakan Salat Iduladha secara individu.
Informasi itu banyak diterimanya dari grup-grup WhatsApp, tidak sedikit teman-temannya yang mengirimkan petunjuk pelaksanaan Salat Iduladha.
"Alhamdulillah gak sulit, semalam di WA grup ada temen yang ngirim petunjuk cara Salat Iduladha sendirian," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com selepas ia melaksanakan Salat Iduladha secara individu di Masjid Agung Indramayu, Selasa (20/7/2021).
Baca juga: Ibu Guru Salat Idul Adha Sendiri di Masjid Agung Indramayu, Tetap Datang Meski Salat Ditiadakan
Sri Wulan Indrajani yang juga merupakan seorang guru mata pelajaran Kimia di SMK Endang Darma Ayu itu menceritakan, sejak semalam ia mencoba mempelajari tata cara pelaksanaan Salat Iduladha secara individu tersebut.
Termasuk selepas Salat Subuh tadi, ia kembali mengulang bagaimana bacaan, tata cara salat, serta doa Salat Iduladha.
Sehabis melaksanakan Salat Iduladha, Sri Wulan Indrajani kemudian melanjutkan ibadah dengan berzikir dan Salat Dhuha.
Di Kabupaten Indramayu sendiri, pelaksanaan Salat Iduladha 1442 Hijriah di masjid diketahui ditiadakan dahulu untuk sementara waktu pada tahun ini.
Hal ini demi menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu, termasuk pelaksanaan Salat Iduladha 1442 Hijriah di Masjid Agung Indramayu yang menjadi salah satu masjid terbesar di wilayah Pantura Jabar tersebut.