Breaking News:

Ibu di Indramayu Menangis Saat Lihat Para Jemaah Pulang Lagi, Tak Bisa Shalat Idul Adha Berjamaah

"Melihat itu saya sedih, nangis tadi saya tuh. Ya Allah mau Salat Ied saja susah banget, padahal ini kan setahun sekali,"

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti

"Melihat itu saya sedih, nangis tadi saya tuh. Ya Allah mau shalat ied saja susah banget, padahal ini kan setahun sekali," ujarnya.

Masih disampaikan Sri Wulan Indrajani, jika dimintai pendapat, ia mengaku kurang setuju dengan adanya peniadaan Salat Iduladha di masjid.

Pasalnya, Salat Iduladha dianjurkan untuk dilakukan di lapangan terbuka. Menurut, Sri Wulan Indrajani di sana bisa diatur agar para jamaah bisa menjaga jarak.

Selain itu, pelaksanaan Salat Iduladha yang waktu pelaksanaanya hanya satu kali dalam setahun, disampaikan dia, seharusnya jadi pertimbangan pemerintah.

Dalam hal ini, ia setuju jika peniadaan Salat Iduladha hanya dilarang pada daerah dengan tingkat kasus Covid-19 yang tinggi, namun tidak pada semua daerah.

Sri Wulan Indrajani berpendapat, jika pemerintah terlalu menekan masyarakat dengan peraturan yang ketat dapat membuat warga ketakutan hingga menurunkan imunitas.

Jika imunitas masyarakat turun, menurutnya akan mudah sekali terpapar Covid-19.

"Kalau aturannya ketat kaya gini, jadi bikin takut masyarakat, terus imun jadi turun gimana? mau beres gimana Covid-19," ucapnya.

Sri Wulan Indrajani berharap, pandemi Covid-19 bisa secepatnya berakhir dan semua aktivitas bisa kembali normal, termasuk soal kegiatan keagamaan.

Berdasarkan pantauan Covid-19 yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu sampai dengan 19 Juli 2021, diketahui total kasus mencapai 14.153 orang terkonfirmasi Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved