Breaking News:

Pengusaha Kuliner di Kuningan Bagi-bagi Ratusan Paket Makan Siang Gratis Saat PPKM Darurat

Pengusaha kuliner di Kuningan melakukan aksi sosial yaitu bagi – bagi paket makan siang cuma – cuma di tengah PPKM Darurat ini.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Pengusaha Kuliner Mie Ramen Saga Lakukan Aksi Peduli Bagi Bagi Paket Makan Siang di Jalanan Kuningan 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Pengusaha kuliner di Kuningan diketahui sempat melanggar PPKM Darurat dan mendapat sanksi berupa bayar denda.
Tapi kini mereka memilih melakukan aksi sosial yaitu bagi – bagi paket makan siang cuma – cuma di tengah PPKM Darurat ini.
“Betul, saat beberapa hari pelaksaan PPKM darurat. Kami dianggap melanggar dan telah mengkuti persidangan dengan bayar denda.
Kemudian untuk sekarang, kami milih melakukan pembagian paket makan siang ini setiap jam 12 di lokasi jalan umum berbeda.
 
Pengusaha Kuliner Mie Ramen Saga Lakukan Aksi Peduli Bagi Bagi Paket Makan Siang di Jalanan Kuningan
Pengusaha Kuliner Mie Ramen Saga Lakukan Aksi Peduli Bagi Bagi Paket Makan Siang di Jalanan Kuningan (Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)
Kami lakukan ini sejak beberapa hari lalu hingga pelaksanaan PPKM Darurat ini berakhir,” ungkap Lutfi pengusaha kuliner yang terletak di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kuningan Jawa Barat, Minggu (17/7/2021).
Aksi social pembagian paket makan siang, kata Lutfi mengaku merasa prihatin lingkungan masyarakat yang terdampak akibat kebijakan PPKM Darurat ini.
“Iya sangat prihatin dengan PPKM Darurat. Betapa mereka sangat susah dan kesulitan saat mencari tambahan penghasilan untuk memnuhui hajat kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Jumlah per hari saat melakukan bagi – bagi paket makan siang, dia mengatakan ada 100 paket yang disebar di titik pembagian berbeda. 
“Hingga hari kelima sekarang, pembagian paket makan siang dalam setiap hari itu ada sebanyak 100 paket. Dalam pembagian tentu berjalan lancar dan cepat habis,” kata Lutfi yang memiliki usaha Mie Ramen Saga tersebut.
Terlepas dengan kegiatan sekarang, Lutfi mengaku untuk usaha dalam penjualannya jelas mengalami penurunan omset.
“Saat ini omset atau pendapat usaha kami anjlok hingga 95 persen, adanya take way juga tidak bisa diandalakan seperti sebelumya. Namun mau gimana lagi, ini masih PPKM darurat,”katanya. (*)
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved