Breaking News:

PPKM Darurat

Masyarakat Garut Mulai Bergejolak Protes PPKM Darurat, Minta Ada Solusi Kesulitan Ekonomi

Puluhan massa memaksa masuk namun petugas penjagaan hanya mengizinkan 10 orang perwakilan untuk masuk dan menyampaikan aspirasinya.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Shidqi Al Ghifari
Sejumlah warga melakukan aksi demonstrasi di kawasan Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (16/7/2021) 
Laporan Kontributor Garut, Shidqi Al Ghifari
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Sejumlah warga melakukan aksi demonstrasi di kawasan Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (16/7/2021).
Dalam unjuk rasa itu peserta aksi masa yang terdiri dari para pedagang menuntut agar diberikan solusi atas pembatasan selama PPKM Darurat yang membuat mereka serba kesulitan.
Unjuk rasa yang dihadiri puluhan orang tersebut berpusat di gerbang Pendopo sebelah barat.
Puluhan massa memaksa masuk namun petugas penjagaan hanya mengizinkan 10 orang perwakilan untuk masuk dan menyampaikan aspirasinya.
Jujun Junaedi (43), salah satu pegadang yang mengikuti audiensi di Pendopo Garut mengatakan hasil dari permintaannya akan dijawab oleh Bupati Garut hari Senin mendatang.
"Kita sudah sampaikan keluhannya semua, tapi bapak bupati sedang tidak ada, jadi keluhan kita akan dijawab nanti hari Senin," ujarnya.
Jujun berharap pemerintah segera memperhatikan nasib para pedagang di masa PPKM Darurat yang tengah kesulitan.
"Harapan kami semua sama, berikan solusi atas sulitnya keadaan ini, kita disini tidak mau ricuh, kita sampaikan dengan cara sopan tanpa harus ribut-ribut," ucapnya.
Ia menjelaskan pihaknya akan menemui langsung Bupati Garut agar langsung menerima solusi dari semua keluhan para pedagang.
"Nanti kami akan temui langsung bupati, agar semua pedagang khususnya di kawasan Banyuresmi bisa didengar dan diberi solusi, semoga keadaan ini segera berlalu," kata Jujun.
Pantauan Tribunjabar.id di lokasi,  aksi demontrasi berjalan tertib dan aman, saat proses audiensi berlangsung puluhan peserta mengumandangkan salawat bersama.
Siap Siaga

Polda Jawa Barat sudah menyiapkan antisipasi terkait adanya rencana aksi unjuk rasa penolakan jika PPKM darurat diperpanjang.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah poster ajakan turun ke jalan untuk melakukan aksi menolak PPKM darurat diperpanjang tersebar di media sosial.

Dari poster tersebut, ada tiga daerah yang akan melakukan aksi unjuk rasa seperti di Kota Bandung, Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Chaniago mengatakan, pihaknya bakal melakukan pengamanan jika aksi unjuk rasa itu benar terjadi.

"Tentunya iya, nanti dari hasil intelejen kita melihat bagaimana situasinya, kita sudah terbiasa seperti itu dan Insya Allah masyarakat Jawa Barat sudah paham dengan kebijakan pemerintah," ujar Erdi, saat ditemui di gerbang tol Paster, Kamis (15/7/2021).

Erdi mengatakan, saat ini sudah banyak masyarakat yang paham dengan kebijakan Pemerintah terkait penerapan PPKM darurat.

Sehingga, diharapkan tidak terpengaruh dengan ajakan turun ke jalan yang tersebar di media sosial.

"Pemerintah ini sudah istilahnya membuat kebijakan untuk kebaikan masyarakat juga. Jadi, ini bukan untuk memperpanjang atau mempersulit masyarakat beraktivitas," katanya.

"Jadi, tidak mungkin untuk demo dan sebagainya karena bagaimanapun juga pemerintah sudah memberikan yang terbaik untuk memutus mata rantai Covid-19 di Indonesia," tambahnya.

Erdi pun mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Jadi tidak usah ada demo dan sebagainya, kita di rumah saja kalau tidak penting, dengan sendirinya kita itu memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved