Breaking News:

PPKM Darurat di Indramayu

Terkumpul Denda Pelanggar PPKM Darurat di Indramayu Rp 501 Juta Lebih, 4 Orang Pilih Kurungan

total ada sebanyak 102 pelanggar dengan sanksi pidana denda dari hasil sidang tindak pidana ringan (Tipiring) yang sudah terkumpul Rp 501.750.000

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Jurnalis Indramayu Police
Petugas saat menindak para pelanggar PPKM Darurat di Kabupaten Indramayu, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jumlah pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Indramayu terus bertambah.

Sampai saat ini total ada sebanyak 102 pelanggar dengan sanksi pidana denda dari hasil sidang tindak pidana ringan (Tipiring) yang sudah terkumpul sebanyak Rp 501.750.000.

"Dari total 102 pelanggar itu, denda yang dikenakan sudah terkumpul Rp 501.750.000 sedangkan biaya perkaranya terkumpul Rp 510 ribu," ujar Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman kepada Tribuncirebon.com, Jumat (16/7/2021).

Fatchu Rochman mengatakan, denda tersebut terkumpul sampai dengan Kamis (15/7/2021) kemarin.

Baca juga: Pemilik Kafe yang Gelar Pesta Miras Ditemani PL di Indramayu Jalani Sidang, Begini Saat Divonis

Baca juga: Hari Ke-2 Sidang Pelanggar PPKM Darurat di Kota Tasik, Hakim Beri Vonis Denda Total Capai Rp 26 Juta

Nominal tersebut belum ditambah hasil sidang tipiring pada hari ini.

Masih disampaikan Fatchu Rochman, dari 102 pelanggar itu, sebanyak 4 di antaranya memilih pidana kurungan badan selama 5 hari.

Penerapan sanksi ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

Baca juga: Pelanggar PPKM Darurat di Kabupaten Cirebon Langsung Disidang, Vonis Denda Rp 30 Ribu - Rp 300 Ribu

Baca juga: Tak Main-main Polres Indramayu Tindak Pelanggar PPKM Darurat, Sejumlah Pemilik Toko Disidang

Fatchu Rochman juga menyampaikan, semua nominal denda yang terkumpul tersebut langsung akan masuk ke rekening kas negara.

"Mudah-mudahan masyarakat paham bahwa tidak ada uang denda di instansi pengadilan, kejaksaan, kepolisian atau instansi lainnya. Tapi uang denda ini langsung masuk ke kas negara," ujar dia. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved