Breaking News:

Pemkab Indramayu Waspadai Penyakit Antraks pada Hewan Kurban, Bahayanya Bisa Sebabkan Kematian

Penyakit antraks menjadi fokus Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Rabu (14/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penyakit antraks menjadi fokus Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban tahun ini.

Oleh karena itu, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Budi Rahadian Rahmat menyampaikan, sebaiknya masyarakat membeli hewan kurban yang sudah dilabeli dengan kalung sehat.

Hewan-hewan yang sudah memiliki kalung sehat itu sudah lolos pemeriksaan dan layak dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah mendatang.

Baca juga: Hewan Kurban di Indramayu Diperiksa Kesehatannya, Berikut Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sehat

Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Rabu (14/7/2021).
Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Rabu (14/7/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Kami menyarankan kepada pembeli, lebih baik membeli hewan kurban yang sudah ada tanda atau kalung sehatnya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Rabu (14/7/2021).

Budi Rahadian Rahmat menjelaskan, penyakit antraks ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Baca juga: Sapi Jaup Nyaris 1 Ton di Indramayu Berontak Saat Diperiksa Kesehatannya, 2 Petugas Kewalahan

Penyakit ini sangat berbahaya apabila daging hewan kurban tersebut sampai dimakan manusia.

"Kalau sudah menular ke manusia, penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian," ujar dia.

Adapun bilamana nanti ditemukan adanya hewan yang memiliki penyakit tersebut, disampaikan Budi Rahadian Rahmat, hewan itu akan langsung dikuburkan dan diberi formalin.

Ia berharap, dengan upaya pemeriksaan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 yang dilakukan pemerintah Kabupaten Indramayu ini bisa mencegah bahaya dari penyakit tersebut.

"Tapi alhamdulillah sejauh ini, penyakit ini belum kita temukan di Indramayu," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved