Bawang Putih

KENALI Alergi Bawang Putih dan Penyebabnya, Ada yang Bisa Parah Reaksinya hingga Sulit Nafas

Meski dikenal sebagai bumbu dapur yang banyak khasiat untuk kesehatan tubuh, ternyata bawang putih juga bisa membuat beberapa orang mengalami alergi.

Editor: dedy herdiana
SHUTTERSTOCK/Kompas.com
bawang putih 

TRIBUNCIREBON.COM - Meski dikenal sebagai bumbu dapur yang banyak khasiat untuk kesehatan tubuh, ternyata bawang putih juga bisa membuat beberapa orang mengalami alergi.

Ada sebagian orang yang ternyata merasakan alergi setelah mengonsumsi bawang putih.

Dilansir dari hellosehat.com, terkait alergi bawang putih ini disebutkan ada beberapa orang yang justru tidak diperbolehkan mengonsumsi bawang putih.

Pasalnya, ketika bawang putih masuk ke dalam tubuh mereka, akan muncul reaksi alergi.

Konsumsi bawang putih
Konsumsi bawang putih (lonelyplanet.com via Tribunnews.com)

Baca juga: Konsumsi Bawang Putih Jangan Sembarangan, untuk Atasi Hipertensi dan Kolesterol Ada Cara Mengolahnya

Pada umumnya, alergi ini cukup jarang terjadi dan belum ada data statistik akurat mengenai kondisi ini.

Pasalnya, dari total keanggotaan Anaphylaxis Campaign yang terdiri atas 3.700 peserta, hanya ada sepuluh anggota terdaftar yang memiliki jenis alergi ini.

Penyebab alergi bawang putih

Alergi bawang putih disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang terlihat mengancam masuk ke dalam tubuh.

Hal ini mungkin dikarenakan bawang putih mengandung enzim alliin lyase yang diduga salah dikenali sebagai ancaman oleh sistem kekebalan tubuh.

Kemudian, sistem imun menyerang balik dan memproduksi antibodi terhadap enzim yang ada di bawang putih. Alhasil, serangkaian gejala alergi pun muncul.

Menariknya, pemilik alergi ini juga dapat mengembangkan reaksi yang sama terhadap bawang merah, asparagus, dan daun bawang.

Kondisi yang disebut reaktivitas silang ini terjadi karena bawang putih termasuk dalam kelompok makanan serupa, yaitu rempah-rempah.

Rempah-rempah adalah bumbu penyedap yang biasa dimasukkan ke dalam masakan.

Kebanyakan rempah-rempah digunakan dalam keadaan kering, seperti bawang putih, yang ternyata mengandung protein penyebab alergi makanan.

Sementara itu, rempah-rempah yang digiling, seperti paprika, juga masih tetap meninggalkan protein penyebab alergi meskipun dalam jumlah sedikit.

Oleh sebab itu, alergen rempah dapat ditemukan di mana saja, baik makanan mentah, sudah dipanggang, hingga dikeringkan.

Siapa saja yang berisiko?

Alergi rempah memang hanya mewakili 2% dari semua kasus alergi makanan, seperti seafood, susu, dan buah.

Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak.

Tidak hanya itu, alergi rempah juga lebih sering terjadi pada pekerja di pabrik rempah-rempah.

Bahkan, wanita disebut lebih berisiko mengembangkan alergi ini meskipun belum diketahui penyebab pastinya.

Baca juga: Khawatir Kolesterol Tinggi dan Tekanan Darah Naik? Rutin Makan Bawang Putih, Ini Tips Kesehatannya

Gejala alergi bawang putih

Pada dasarnya, gejala alergi bawang putih mirip dengan gejala alergi makanan lainnya.

Beberapa orang mungkin tidak mengembangkan reaksi yang parah, tetapi adakalanya gejalanya dapat menjadi berbahaya.

Ciri-ciri alergi ini biasanya muncul beberapa menit setelah konsumsi atau terpapar makanan tersebut.

Namun, terkadang butuh waktu hingga dua jam hingga reaksi alergi terlihat.

Ragam gejala alergi ini yang perlu Anda waspadai, antara lain:

- kulit terasa gatal dan tampak biduran,
- mulut terasa gatal dan kesemutan,
- pembengkakan di mulut, tenggorokan, wajah, dan daerah tubuh lainnya,
- hidung tersumbat,
- diare,
- sakit perut, serta
- mual dan muntah.

Pada kasus yang jarang, alergi bawang putih dapat mengembangkan reaksi yang parah bila tidak segera ditangani.

Bila Anda atau anggota keluarga mengalami kondisi yang disebut syok anafilaksis dengan gejala berikut ini, segera periksakan diri ke rumah sakit.

- Sulit bernapas akibat penyempitan saluran pernapasan.
- Tekanan darah menurun drastis.
- Denyut nadi tidak teratur.
- Pusing dan pingsan.

Semakin cepat reaksi alergi didiagnosis dan diobati, semakin besar peluang Anda menghindari kondisi yang mengancam jiwa.

Pengobatan alergi bawang putih

Pengobatan alergi makanan, termasuk bawang putih, yang terbaik adalah menghindari pemicunya dengan cara sebagai berikut.

- Memeriksa bahan makanan kemasan, terutama masakan India dan daging olahan.
- Beritahu staf restoran tentang alergi yang dialami ketika makan di luar seperti di restoran.
- Gunakan pengganti bawang putih untuk membumbui makanan.
- Jika sudah terlanjur, kasus alergi rempah yang ringan biasanya dapat diobati dengan antihistamin. Oleh sebab itu, selalu sediakan antihistamin, terutama saat bepergian.

Anda juga bisa meminta dokter untuk meresepkan obat-obatan untuk mengatasi gejala alergi.

Sebagai contoh, penderita alergi yang sering mengembangkan gejala berupa asma akan direkomendasikan kortikosteroid nasal.

Bila reaksi alerginya cukup serius, dokter mungkin akan menyuntikkan epinefrin untuk mengobati gejala anafilaktik.

Jika memungkinkan, latih teman atau anggota keluarga Anda pertolongan pertama saat alergi.

Jika ada hal-hal yang ingin Anda ketahui dan belum dijelaskan di artikel ini sebaiknya Anda menghubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved