Breaking News:

Eks Napi Teroris Kasus Kerusuhan Mako Brimob Bebas dari Lapas Cijoho, Akan Ikuti Pembinaan Lanjutan

Gilang sebelumnya merupakan mantan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan kini bebas setelah menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Prosesi pembebasan eks napiter kasus kerusuhan Mako Brimob di lingkungan Lapas kelas II Cijoho, Kuningan, Rabu (14/7/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Seorang napi teroris bernama Gilang Taufik (34) bisa menghirup udara bebas dari Lapas Kelas II A Kuningan, per hari Rabu (14/7/2021). Hal itu menyusul terpenuhinya sejumlah syarat yang dilengkapi Gilang saat menjalani masa tahanan.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cijoho Kelas II A Kuningan, Gumilar Budirahayu saat memberikan keterangan kepada wartawan di lingkungan Lapas setempat, Rabu (14/7/2021).

Menurut Gumilar, Gilang sebelumnya merupakan mantan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan kini bebas setelah menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

"Gilang sebelumnya terlibat aksi kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua pada 2018 silam. Alhamdulillah hari ini Lapas Kuningan membebaskan warga binaan atas nama Gilang Taufik yang merupakan seorang napiter dan dibebaskan dengan segala persyaratan," kata Gumilar lagi.

Baca juga: Kabar Baik 65 Napi Lapas Kelas IIA Cijoho Kuningan Bebas Covid19, Ini Kata Kalapas

Baca juga: Napi Teroris Mengakui NKRI di Lapas Cijoho, Begini Penjelasan Kalapas Kelas II Kuningan

Diketahuinya, kata Gumilar Budirahayu, Gilang Taufik ini terlibat dalam penyerangan Mako Brimob dan divonis 3 tahun 6 bulan. Kemudian dia ditahan di Mako Brimob, Rutan Cikeas dan Lapas Kuningan.

"Gilang merupakan warga Tasikmalaya kini bebas setelah mendapat program PB (pembebasan bersyarat). Jadi nantinya Gilang masih harus mengikuti pembinaan lanjutan oleh Balai Pemasyarakatan," ujarnya.

Pengalaman Gilang saat menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), kata Gumilar,  diketahui sering menjadi imam salat berjemaah dan mengajari warga binaan lain mengaji.

"Selama di dalam, Gilang terlihat baik bersosial, jadi imam serta berbagi pengetahuan keagamaan dan saat mengikuti program PB nanti diawasi oleh Bapas untuk pembinaan lanjutan diluar lapas, karena dia backgroundnya seorang penceramah," katanya.

Selain mengikuti program PB, menurut Gumilar, Gilang telah berikrar dan kembali ke ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gilang membacakan ikrar tersebut pada bulan Januari 2021 lalu di hadapan perwakilan dari Densus 88, MUI, Polres Kuningan dan Kodim 0615 Kuningan.

"Iya, saat melakukan prosesi ikrar kembali dan mengakui ideologi NKRI. Gilang dibebaskan dari Lapas diantar petugas kembali ke kampung halamannya di Tasikmalaya, mudah-mudahan bisa diterima oleh masyarakat dan tidak mengulangi perbuatannya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved