Breaking News:

Idul Adha 2021

Penyembelihan Hewan Kurban di Jabar Tidak di Saat Iduladha, Tapi di Hari Tasyrik, Ini Ketentuannya

untuk pemotongan hewan kurban dilakukan secara tertutup dan dilaksanakan pada Hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijah.

Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Karomat, Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (31/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah dibarengi dengan pelaksanaan ibadah kurban tinggal beberapa hari lagi.

Di tengah pandemi Covid-19, penyembelihan hewan kurban dan pembagiannya harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, mengatakan untuk pemotongan hewan kurban dilakukan secara tertutup dan dilaksanakan pada Hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijah.

Suasana salat iduladha 1439 Hijirah di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat
Suasana salat Iduladha 1439 Hijirah di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat (hilda rubiah/tribun jabar)

Baca juga: Soal Larangan Salat Jumat dan Iduladha di Masjid Selama PPKM Darurat di Indramayu, Ini Kata PCNU

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Jafar Ismail mengatakan selama ini masyarakat pada umumnya menyembelih dan mengelola daging hewan kurban di halaman masjid, tanah lapang, serta di sekolah, lembaga pemerintah, ataupun swasta.

"Tentunya yang paling baik pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Pengecualian untuk keagamaan, maka pemotongan dimungkinkan di luar RPH, namun tetap patuhi kaidah kesehatan masyarakat dan hewan,” ucap Jafar melalui siaran digital, Rab (7/7/2021).

Jafar menuturkan, penerapan protokol kesehatan saat proses penyembelihan dan pembagian hewan kurban sangatlah penting untuk mencegah munculnya klaster penularan COVID-19. Apalagi, saat ini kasus Covid-19 terus bertambah.

“Dari hasil evaluasi pelaksanaan kurban tahun 2020, tidak terjadi klaster kurban karena penerapan protokol kesehatan. Tapi, karena adanya peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi saat ini menyebabkan perayaan ibadah kurban jadi sangat berisiko. Karenanya, perlu pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya.

Baca juga: Harga Hewan Kurban Sapi Lokal di Cianjur untuk Iduladha Rp 23-27 Juta, Masih Bisa Ditawar

Berdasarkan panduan dari Kementerian Pertanian melalui surat edaran tentang pelaksanaan kurban selama pandemi, katanya, yang perlu diperhatikan adalah mulai dari proses penjualan, pemotongan serta distribusinya harus memperhatikan protokol kesehatan, utamanya jaga jarak, dan memanfaatkan hari tasyrik selama tiga hari setelah Iduladha untuk masa pemotongan.

Selain mengimbau masyarakat menerapkan prokes yang ketat, Jafar melaporkan, dalam tiga tahun terakhir, jumlah pemotongan hewan kurban fluktuatif, tercatat pada tahun 2018 jumlah hewan kurban mencapai  241.373 ekor, tahun 2019 naik 37 persen menjadi 331.163 ekor.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved