Virus Corona Mewabah

Terpaksa Isolasi Mandiri Covid-19 di Rumah Karena RS Penuh? Ini Panduan Isoman, Ada Tiga Hal Penting

Di tengah angka kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia masih terus menanjak, orang yang harus menjalani isolasi mandiri (isoman) pun makin banyak.

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Firman Suryaman
ILUSTRASI: Pasien sempat antre sambil dirawat di ambulans karena ruang isolasi rumah sakit penuh, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Di tengah angka kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia masih terus menanjak, orang yang harus menjalani isolasi mandiri (isoman) pun makin banyak.

Pasalnya, lonjakan kasus pasien positif Covid-19 membuat fasilitas kesehatan, ruang-ruang perawatan di rumah sakit penuh, bahkan overkapasitas.

Kondisi inilah yang menyebabkan sebagian pasien positif Covid-19, terutama yang tanpa gejala dan gejala ringan, terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah.

Lantas apa yang harus dilakukan pasien saat jalani isolasi mandiri ?

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri Bisa Konsultasi ke Dokter Secara Online, Gratis Via Pikobar

Dilansir Tribuncirebon.com dari Kontan.co.id, Prof Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara (2018-2020) menilai, sebenarnya cukup banyak hal yang harus disiapkan penderita Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri.

Akan tetapi, secara praktis dia memberikan panduan isolasi mandiri menjadi tiga bagian utama.

Bagian pertama, kebutuhan sehari-hari penderita Covid-19 harus tetap terjaga dengan baik. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dijamin.

Baca juga: Satgas Covid-19 di Tingkat Kecamatan Diminta Selalu Koordinasi Terkait Warga yang Isolasi Mandiri

1. Makan dan minum yang baik, istirahat yang cukup, ruang isolasi yang patut dengan ventilasi yang baik, pakaian dan tempat tidur yang memadai.

2. Harus dijamin keamanannya, misalnya jangan sampai ada arus pendek listrik di kamar karena pasien tertidur sementara alat elektronik dalam posisi menyala. Penderita Covid-19 juga jangan sampai tergelincir di kamar mandi karena air penuh dan tidak dibersihkan.

3. Harus ada dukungan moral dan sikap positif dari anggota keluarga dan kerabat. Tentu pihak RT/RW setempat harus diinformasikan.

Bagian kedua, adalah aspek kesehatan, yang setidaknya ada empat hal penting yang perlu menjadi perhatian:

Baca juga: Kisah Kakak Beradik di Tasik Positif Covid-19 Tewas Bersamaan Saat Isolasi Mandiri, Ini Kronologinya

1. Obat-obatan, baik untuk Covid-19 maupun untuk penyakit penyerta yang mungkin ada, dan sudah rutin dikonsumsi.

2. Monitor keadaan kesehatan yang dibagi dalam dua hal. Pertama adalah monitor ada tidaknya keluhan (demam, batuk, sesak nafas, sakit kepala, nyeri tubuh, diare, dan lain-lain), atau perburukan dari keluhan. Misalnya semula batuk sedikit lalu menjadi batuk berdahak kuning, dan seterusnya. Kedua adalah monitor dengan alat, misalnya dengan thermometer yang relatif mudah didapat, atau lebih bagus lagi dengan oxymeter untuk mengtahui situasi oksigen di tubuh, atau mungkin alat tensimeter untuk mengukur tekanan darah. Monitor setidaknya dilakukan dua atau tiga kali sehari.

3. Tersedia komunikasi dengan petugas kesehatan untuk konsultasi. Hal yang ideal tentu dengan dokter yang biasa merawat, atau dengan klinik/puskesmas terdekat, atau setidaknya dengan kenalan atau kerabat yang kebetulan berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Ini sangat diperlukan karena kalau di rawat di rumah sakit, maka setiap hari dokter akan visit. "Kalau di rumah, maka akan baik sekali jika secara berkala ada komunikasi dengan petugas kesehatan. Tentu sejak awal puskesmas setempat perlu dilapori bahwa akan melakukan isoman," ungkap Tjandra.

4. Pola hidup sehat tentu harus terjaga, termasuk berolahraga, menjaga kebersihan dan mengelola kemungkinan stres dengan baik

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved