Breaking News:

Satgas Covid-19 di Tingkat Kecamatan Diminta Selalu Koordinasi Terkait Warga yang Isolasi Mandiri

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kuningan, Indra Bayu Permana meminta Satgas Covid-19 di tingkat desa dan kecamatan tidak putus koordinasi.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Memasuki masa isolasi mandiri yang dilakukan di masing - masing di rumah warga, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kuningan, Indra Bayu Permana meminta Satgas Covid19 di tingkat desa dan kecamatan tidak putus koordinasi.

"Untuk warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri di tempat tinggal, kami minta Satgas Covid19 di desa maupun di kecamatan berkordinasi. Terutama mengenai perkembangan saat mereka isolasi mandiri," ungkap Indra sat dihubungi sore tadi, Minggu (4/7/2021).

Mengenai teknis dalam perawatan, kata Indra menyebut bahwa itu merupakan kewenangan dari tim medis dan berdasarkan penanganannya juga jelas ada di Dinas Kesehatan ataupun di masing - masing Puskes di daerah.

"Ya untuk teknis itu tim medis. Kita selama ada warga melakukan isolasi mandiri itu diberikan asupan gizi atau vitamin secara stimulan saja. Seperti pemberian sembako, vitamin dan kebutuhan lainnya," ujarnya.

Ditanya soal anggaran di desa 8 persen untuk penanganan Covid19,Indra membenarkan bahwa anggaran tersebut.

Tentu digunakan atas regulasi dan secara teknisnya melalui kesepakatan pemerintah desa dan lembaga lainnya yang berada di desa setempat.

"Melihat regulasi, ada 8 persen dari dana desa itu benar untuk penanganan Covid19. Dalam penanganan itu bisa melalui berbagai kegiatan pencegahan Covid-19.

Dan biasanya, untuk warga isoman juga mendapat perhatian tersebut. Namun hal ini bagaimana kearifan lokal yang di bangun di tingkat pemerintah desa, sebab tidak sedikit warga lain bareng pemerintah melakukan udunan untuk bantu kebutuhan warga yang sedang jalani isoman," ujarnya.

Terpisah Kepala Lapas Kuningan, Gumilar Budirahayu saat dihubungi menjelaskan perihal pelaksanaan isolasi mandiri.

"Ada tambahan menu untuk warga binaan yang sedang menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19," katanya.

Sebenarnya, kata dia menambahkan, untuk menu dalam kebutuhan sehari - hari tidak hanya terhadap warga binaan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ya, untuk menu tambahan selain untuk warga binaan yang sedang isolasi mandiri. Kami berikan juga terhadap warga binaan lainnya," katanya.

Mengenai menu yang diberikan terhadap warga binaan, Gumilar Budirahayu mengaku, menu itu sekaligus sebagai bentuk peningkatan imunitas yang dihasilkan dari rempah - rempah atau sering kenal obat herbal.

"Menunya sih, memberikan kepada mereka itu wedang jahe, atau minuman yang diracik dengan bahan baku dari rempah- rempah.  Pemberian itu supaya imunitas bagus dan bisa menangkal sebaran Covid19," ujarnya.

Mengenai aktivitas yang dilakukan warga binaan, Gumilar menyebut semua kegiatan warga binaan seperti pada umumnya. Seperti melakukan jemur badan dan berolahraga sebisanya serta tidak sedikit melakukan kegiatan keagamaan.

"Warga binaan kami sejak diketahui sebaran Covid19, itu sudah menggunakan protokol kesehatan. Kita atur jarak dan jam berjemur misalnya. Kemudian tetap menjaga kebersihan dan kesehatan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved