Virus Corona Mewabah

PANDUAN Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Rumah, Ahli: Kumur Air Garam, Minum Air Putih, Makan Buah

KETIKA rumah sakit tidak bisa lagi lebih banyak merawat pasien Covid-19, isolasi mandiri di rumah terpaksa dilakukan pasien Covid-19 OTG

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Firman Suryaman
ILUSTRASI Rumah Sakit penuh sehingga membuat pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang harus isolasi mandiri di rumah.Foto: pasien sempat antre sambil dirawat di ambulans karena ruang isolasi RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, penuh, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM- KETIKA rumah sakit tidak bisa lagi lebih banyak merawat pasien Covid-19, isolasi mandiri di rumah terpaksa dilakukan pasien Covid-19 tanpa gejala hingga ringan.

Namun, pasien Covid-19 tanpa gejala atau ringan juga harus memperhatikan beberapa hal terkait isolasi mandiri di rumah.

Ahli Epidemiologi Indonesia dari Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman berbagi tips dan panduan bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Kakak dan Adik di Tasik Meninggal Saat Isolasi Mandiri Covid-19, Wagub Uu Ruzhanul Ulum Sangat Sedih

Baca juga: Lebih Berisiko, Begini Tips Mencegah Penularan Covid-19 bagi Penderita Asma

Menurutnya, pasien Covid-19 resiko rendah tidak perlu panik dan konsumsi berbagai macam obat kimia atau makanan dan minuman yang diklaim obat Covid-19.

"Untuk yang isoman, (kategori) tidak bergejala atau gejala ringan, tidak ada faktor risiko, jangan panik apalagi konsumsi beragam obat dan produk makanan serta minuman," ujar Dicky, dalam akun Twitternya, Senin (5/7/2021) pagi.

Hal yang bisa dilakukan di rumah saat isolasi mandiri, kata Dicky Budiman, yakni dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Banyak konsumsi air putih, buah-buahan yang tidak memiliki getah hingga berkumur dengan air garam hangat.

"Banyak minum, makan gizi seimbang dan buah tidak bergetah, istirahat, olah nafas, kumur air garam hangat dan ligasi hidung, (minum) obat demam atau batuk," kata Dicky.

Ia mewanti-wanti warga atau mereka yang terpapar Covid-19 untuk tidak tergiur dengan tawaran beragam obat atau produk yang diklaim sebagai obat Covid-19.

"Jangan percaya pada segala produk yang mengaku anti Covid-19 atau dapat menyembuhkan Covid-19, sebagian orang memanfaatkan kepanikan untuk cari keuntungan," jelas Dicky.

Baca juga: Terpaksa Isolasi Mandiri Covid-19 di Rumah Karena RS Penuh? Ini Panduan Isoman, Ada Tiga Hal Penting

Baca juga: Perkuat Sistem Imun, 3 Sayuran Ini Bisa Jadi Pilihan Menu Sehat dan Bernutrisi

Karena selain mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, olah raga dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh.

"Olah raga di rumah saja selama periode krisis ini (Juli-September), sehat dan bugar penting, tapi harus hindari potensi penularan," kata Dicky.

Terkait pemberlakuan PPKM Darurat hingga 20 Juli, Dicky Budiman berharap dapat memaksimalkan upaya testing ini hingga mencapai angka 500.000.

"Karena memang sudah sangat banyak ini laporan kasus, (tapi) kita belum menunjukkan peningkatan yang berarti karena memang testingnya juga 'segitu', belum meningkat, kita harapkan dari ppkm darurat itu bisa 500.000," jelas Dicky.

Sehingga nantinya bisa menemukan banyak kasus infeksi baru, kemudian segera ditindaklanjuti melalui upaya isolasi, baik mandiri maupun yang difasilitasi oleh pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved