Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Kakak dan Adik di Tasik Meninggal Saat Isolasi Mandiri Covid-19, Wagub Uu Ruzhanul Ulum Sangat Sedih

Meninggalnya kakak adik saat isolasi mandiri di rumahnya, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/7) lalu, membuat Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum sedih

Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, seusai meresmikan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Kuningan, Selasa (24/11/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM - Meninggalnya kakak adik saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya
Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/7/2021) lalu, membuat Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum sangat sedih dan berbela sungkawa.

Kedua warga Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, itu meninggal karena terlambat
mendapatkan penanganan medis.

Pihak kelurahan terlambat merespons laporan warga Sirnagalih tentang kodisi mereka yang saat itu memburuk.

Terlebih, duka ini terjadi saat Satgas bersama semua stakeholder sedang berjuang untuk meminimalisasi dampak dari lonjakan kasus Covid-19 ini.

Satu per satu jenazah kakak-beradik yang meninggal akibat Covid-19 dievakuasi dari rumahnya di Cipapagan, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/7/2021) malam.
Satu per satu jenazah kakak-beradik yang meninggal akibat Covid-19 dievakuasi dari rumahnya di Cipapagan, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/7/2021) malam. (Istimewa/Dokumen BPBD Kota Tasikmalaya)

Baca juga: Kisah Kakak Beradik di Tasik Positif Covid-19 Tewas Bersamaan Saat Isolasi Mandiri, Ini Kronologinya

Baca juga: Tempat Karaoke Ilegal di Kota Tasik Digerebek Satgas Covid-19, 11 Pengunjung Ikut Diamankan

"Kami pemerintah sedang bekerja keras menangani pandemi ini, dan ini membutuhkan kerja sama
berbagai pihak," kata Uu melalui telepon, Minggu (4/7).

Uu meminta pemerintah di tingkat kota dan kabupaten di Jawa Barat untuk lebih intens mengawasi
warga yang menjalani isolasi mandiri.

Pengawasan, kata Uu, bisa melalui puskesmas atau petugas di tingkat RT, RW, atau desa, dan kecamatan. Jangan sampai apa yang terjadi di Indihiang terjadi di daerah lainnya.

Sebelumnya diberitakan, kakak-beradik, A (51) dan Y (45), warga Kampung Cipapagan, Kelurahan
Sirnagalih, meninggal setelah seminggu menjalani isolasi mandiri bersama lima anggota keluarga
mereka lainnya, yang juga terpapar Covid-19.

Saat menjalani isoman itulah kondisi A dan Y memburuk. Para tetangga yang terus memantau
kondisi A dan Y kemudian melaporkan kondisi keduanya ke kantor pemerintahan setempat. Namun,
hingga keduanya akhirnya meninggal, tak ada tindak lanjut dari pihak kelurahan.

Baca juga: Soal Kelangkaan Oksigen di Kota Bandung, Begini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan

Baca juga: 3 RS di Kota Bandung Ini Sementara Tak Layani Pasien Keluhan Sesak Napas, Stok Oksigen Sudah Minim

Jasad keduanya bahkan sempat cukup lama berada di rumah duka karena tak ada yang mengevakuasi.

Mengetahui itu, ketua RW di mana A dan Y tinggal kemudian memutuskan untuk meminta bantuan
anggota DPRD Kota. Baru setelah itulah petugas BPBD datang untuk melakukan evakuasi.

Tak hanya mengevakuasi jenazah, petugas kemudian juga mengevakuasi lima anggota keluarga
lainnya ke RSU dr Soekardjo untuk mendapat perawatan.

Wagub mengatakan, situasi seperti ini tidak boleh lagi terjadi.

"Dalam kondisi seperti ini kita harus saling membantu. Kita harus saling mengerti," kata Uu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved