Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Dokter Asal Amerika Sebut pelayanan Kesehatan di Indonesia Kolaps, Ingatkan Betapa Pentingnya Vaksin

Sejak beberapa bulan terakhir, dia kerap mengamati kasus Covid-19 di Indonesia. Biasanya dia menulis cuitannya dengan bahasa Inggris.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurrahman
Arlen (75) warga Cijaura, Kota Bandung menjadi salah satu dari 36 lansia yang mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama di Rumah Sakit Al Islam, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Dokter asal Amerika Serikat (AS), Faheem Younus turut mengamati lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Amatannya itu dia sampaikan via akun Twitternya, @FaheemYounus yang sudah centang biru atau sudah terverifikasi.

Sejak beberapa bulan terakhir, dia kerap mengamati kasus Covid-19 di Indonesia. Biasanya dia menulis cuitannya dengan bahasa Inggris. Namun, sejak beberapa hari terakhir, dia mencuit dengan bahasa Indonesia.

Pada cuitannya yang terakhir pada Minggu (4/7/2021), ia mengunggah video pemberitaan tentang pemakaman Covid-19 di Indonesia yang menyebut sistem fasilitas kesehatan di Indonesia kolaps, dengan tingginya bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit. Dia menulis:

"This is not Brazil or India or Italy. It’s Indonesia. A country of 270 million ppl is being silently decimated by COVID. Healthcare system collapsing. Needs urgent global intervention to fight the disaster unfolding

(Ini bukan Brazil, India atau Itali. Ini Indonesia, negara dengan jumlah penduduk 270 juta diam-diam karena oleh Covid-19. Sistem pelayanan kesehatan kolaps. Butuh perhatian global untuk intervensi dan melawan bencana yang sedang berlangsung),"

Dia juga meminta warga Indonesia untuk mengabaikan soal sebaran hoaks tentang vaksin yang beredar via What's App

"Masalahnya: Penyebar isu di Facebook/Whatsapp yang menyarankan untuk tidak vaksinasi TIDAK AKAN ngurusin kamu di ICU ketika kamu sekarat kehabisan oksigen karena varian Delta. Solusinya gampang: Berhenti membuang-buang waktu di whatsapp. Dapetin vaksin,"

Ramainya warga berbondong-bondong membeli susu beruang atau Bear Brand dan Ivermectin yang diyakini jadi obat Covid-19 turut dia kritisi.

"My Indonesian Friends. This milk, or vitamins or ivermectin has no role in COVID treatment. Susu ini, atau vitamin atau ivermectin tidak memiliki peran dalam pengobatan COVID," cuitnya.

Faheem juga kembali mengingatkan warga Indonesia tentang cara supaya tidak tertular virus Corona.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved