Daun Dewa
Coba Deh Konsumsi Beberapa Lembar Daun Dewa Setiap Jam Makan, Kolesterol Jahat Dalam Tubuh Berkurang
Berikut ciri-ciri dan bentuk daun dewa serta hasil riset terkait khasiatnya yang bisa obati banyak penyakit kronis.
Penulis: Mutiara Suci Erlanti | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TRIBUNCIREBON.COM- Berikut ciri-ciri dan bentuk daun dewa serta hasil riset terkait khasiatnya yang bisa obati banyak penyakit kronis.
Apakah anda pernah melihat bentuk daun dewa? daun yang ternyata mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan.
Sejumlah orang mengenalnya sebagai daun dewa atau daun sambung nyawa atau daun sambung nyowo atau dalam bahasa latin Gynura procumbens.
Daun dewa banyak terdapat di sejumlah daerah di Indonesia.
Bahkan, adapun daun dewa yang dijual di toko online.
Nah, untuk mendapatkan daun dewa yang mjarab menogbati berbagai penyakit ini tentu kita harus tahu ciri-cirinya.
Baca juga: Rahasia Pasien Covid-19 di India Cepat Sembuh Terungkap, Konsumsi Makanan Ini Tiga Jam Sebelum Tidur
Baca juga: Dahsyatnya Daun Dewa Manjur Turunkan Kolesterol Hingga Obati Diabetes, Begini Cara Benar Mengolahnya
Lalu, bagaimanakan ciri-ciri daun dewa yang disebut bisa mengobati tekanan darah tinggi hingga diabetes itu.
Dilansir tribuncirebon.com dari banten.litbang.pertanian.go.id, berikut ciri-ciri daun dewa:
Tanaman Daun Dewa (Gynura segetum), penampilannya mempunyai keunikan tersendiri, daunnya berwarna hijau tua dengan garis ungu di pinggirnya.
Warna daun bagian atas lebih tua daripada bagian bawah, permukaan daunnya mempunyai bulu-bulu halus. wujud daun bulat memanjang, dengan pinggir berlekuk, bertangkai daun amat pendek.

Lalu, batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan. Tinggi batangnya cuma 10-25 cm.
Bunganya nampak di ujung batang. sebelum saat mekar, bunganya serupa kancing, serta berupa layaknya himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar.
Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecokelatan. dari bunga, umumnya segera rontok, tidak pernah jadi buah.
jika berbuah, memiliki bentuk lonjong dengan diameter 4-5 mm.
Yang tidak kalah menarik merupakan akarnya yang membentuk umbi dengan panjang lebih kurang 5-8 cm.
Ukuran penampang pada 3-5 cm. Kulit umbi berwarna keabu-abuan, namun daging umbinya terlihat bening sampai keruh.
Tanaman ini terhitung tanaman semak tahunan serta mempunyai lebih dari satu nama tempat. Di jateng, daun dewa disebut sambung nyawa ( jateng ).
Orang Cina menyebutnya san qi cao. mengingat orang-orang cina pada akrab dengan daun dewa, jadi tanaman ini juga dinamakan beluntas Cina.
Beluntas merupakan tanaman yang sekerabat dengan daun dewa.
Ciri-ciri Daun Dewa yang lainnya yaitu batang muda daun dewa berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak.
Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling.
Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda.
Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan.
Hasil riset mengenai khasiat daun dewa
menurut Sumber Daya Tumbuhan Asia Tenggara (PROSEA), tanaman ini juga digunakan di Afrika, di mana daun rebusan diterapkan secara eksternal untuk menghilangkan rasa sakit tubuh secara umum dan daun mentah untuk sakit rematik.
Daun kering dan ditumbuk dicampur dengan minyak dan diterapkan sebagai tapal untuk mengobati keluhan kulit. Ini juga digunakan untuk pengobatan masalah ginjal dan disentri.
Daun dewa (gynura procumbens) dapat dimakan segar seperti salad, aduk goreng dengan sayuran lain, dijus, dan juga dinikmati sebagai secangkir teh. Rasanya sangat enak.
Baca juga: Mentah atau Dimasak? Ini Cara yang Paling Baik Makan Bawang Putih Agar Ampuh Obati Penyakit
Selain itu, berikut beberapa senyawa penting yang ada dalam daun dewa antara lain:
Fenolik
Saponin
Triterpen
Asparaginase
kaempeferol-3-O-neohesperidoside
minyak esensial
triterpenoid
steroid
asam kumarite
polifenol
flavonoid
kaempeferol-3-glucoside
tanin
glikosida sterol
quarcetin
asam klorogenik
asam vanilic
asam caffeic
asam p-hidroksi benzoat
dan seterusnya
Oleh karena itu tak heran jika tanaman ini memiliki beragam julukan yang sangat melekat pada mereka, seperti tanaman pemberi harapan hidup, tanaman obat kanker, obat herbal yang sangat kuat, dll.

Berikut ini beberapa manfaat dari obat dewa tersebut, seperti dilansir dari campakasirungan.
Sebagai anti-kanker
Cara mengonsumsi daun dewa untuk pasien kanker:
Cara pertama dengan memproses dengan blender daun dewa menjadi jus.
Atau rebus 20 gram daun dengan 3 gelas air. Tunggu sampai airnya menyusut hingga setengah atau menjadi satu setengah cangkir (300 cc).
Saring, lalu minum saat hangat.
Untuk hasil maksimal, terapi ini berlangsung 2x sehari, selama 14 hari. Lalu periksakan untuk mengetahui kondisi sel terapi kanker terbaru pasca terapi daun dewa.
Cara kedua, dan cara ini adalah cara paling sederhana adalah melalap 3 lembar daun terus hidup, rutin 2x sehari, selama 7 hari berturut-turut. Dan, itu bisa dilanjutkan sesuai dengan tingkat keparahan kanker yang diderita.
Kanker adalah penyakit yang memperburuk kualitas hidup sekaligus sangat mengancam jiwa, bisa diberantas oleh dedaunan kehidupan.
Terutama kanker darah, kanker payudara, kanker paru-paru dan kanker rahim.
Kandungan senyawa terpenoid juga menunjukkan keunggulan yang tak kalah hebat.
Bedanya, Terpenoid ini berfungsi sebagai anti-metastasis atau anti-invasi.
Senyawa ini menghalangi jalur penyebaran sel kanker terdekat. Jadi pergerakan sel kanker terbatas dan memungkinkan senyawa lain untuk menumbuk sel kanker pada satu titik.
Selain itu ada juga kandungan flavonoid dan berbagai bahan lain yang berkhasiat dalam penyembuhan kanker dan tumor.
Flavonoid pada daun dewa memiliki tugas untuk menghambat kelangsungan hidup sel kanker.
Dengan falvonoid, sel kanker diatasi dengan menekan pasokan nutrisi dan oksigen sehingga sel-sel kelaparan mati dan mati.
Berdasarkan berbagai bukti ilmiah, kandungan daun dewa seperti tertulis di atas, sebagian besar berpotensi sebagai karsinogenik alias anti kanker.
- Obat alami untuk diabetes
Manfaat selanjutnya dari daun dewa adalah sebagai obat alami untuk diabetes.
Agar gula darah selalu dalam kadar normal Anda bisa mengonsumsi daun sambung dewa (gynura procumbens).
Daun dewa terbukti mampu menetralkan dan menjaga kadar gula diabetik.
Untuk cara konsumsinya sangat mudah, Anda tinggal memilihnya langsung sebagai sayuran segar, atau bisa juga jamu seperti yang telah disebutkan tadi.
Untuk mengonsumsi daun dewa sebagai sayuran segar, berikut ini cara yang bisa digunakan:
Siapkan 7 helai daun dewa
Cuci hingga bersih di bawah air mengalir
Lakukan ini sebelum makan sehingga dapat digunakan sebagai lalapan saat sarapan dan malam hari.
Menurunkan kolesterol
Daun dewa juga bisa digunakan untuk mengobati kolesterol dengan membuang kolesterol jahat dari dalam tubuh.
Cara mengonsumsinya sangat mudah, cukup mengonsumsi 3 lembar daun dewa ini setiap kali makan.
Kurangi hipertensi secara alami
Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi tidak boleh diremehkan, penyakit ini adalah salah satu penyakit mematikan.
Karena penyakit tersebut merupakan pemicu datangnya penyakit lain seperti stroke dan kerusakan pembuluh darah.
Daun dewa sangat berkhasiat dalam menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) karena memiliki sifat hipotensi yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah.
Cara mengkonsumsi daun herbal ini bisa dibuat herbal, jus, atau dikonsumsi langsung dengan menu makanan.
Banyak pasien atau pasien hipertensi yang terpaksa meminum obat seumur hidup agar tekanan darahnya stabil.
Namun yang pasti ada efek samping penggunaan obat kimia jangka panjang yang tentu sangat berbahaya. Jadi, alternatif terbaik adalah mengonsumsi daun dewa.
- Bantu mengobati sinusitis
Sinusitis adalah penyakit yang disebabkan oleh radang dinding sinus.
Gejalanya khas dan mudah dikenali dalam bentuk pilek terus menerus tanpa disertai flu, suaranya berubah, rasa sakit di daerah wajah.
Penyakit ini tidak harus berakhir di meja operasi, dengan secara rutin dan berkala mengonsumsi 7 daun dewa, yang diolah menjadi jus hingga sinusitis dapat disembuhkan.
- Pengobatan alami penyakit hati
Manfaat daun dewa selanjutnya adalah untuk pengobatan penyakit hati tradisional. Caranya sedikit berbeda, yaitu dengan membuat jus dari daun dewa.
Sedikit catatan bagi penderita penyakit hati, usahakan untuk selalu menghindari makanan yang kaya lemak.
Konsumsi terus sari daun dewa terus berlanjut secara teratur. (Tribuncirebon.com)