UPDATE Soal Guru Pesantren di Kota Bandung Positif Covid-19, Termasuk Para Santri yang Kontak Erat
Kasus positif Covid-19 yang menimpa seorang guru di salahsatu pesantren di Kota Bandung, sudah langsung ditangani dengan cepat oleh aparat kewilayahan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kasus positif Covid-19 yang menimpa seorang guru di salahsatu pesantren wilayah Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, sudah langsung ditangani dengan cepat oleh aparat kewilayahan.
Camat Panyileukan, Sri Kurniasih mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari kewilayahan bahwa hasil pemantauan dan pengawasan di pesantren tersebut hasilnya ialah ada beberapa orang diketahui kontak erat dengan pengajar yang terkonfirmasi.
"Pemantauan itu ada Babinsa, Satlinmas, dan Ketua Yayasan yakni Pak Haji Cici. Orang-orang yang kontak erat sudah lakukan isolasi mandiri dan kondisi pengajar yang positif sudah berangsur baik dengan indera penciumannya sudah mulai normal," ujarnya saat dihubungi, Selasa (29/6/2021).
Baca juga: Ada Guru Pesantren di Kota Bandung Positif Covid-19, Camat Sebut Santri Belum Dites Swab Karena Ini
Tak hanya itu, katanya, H Cici dan keluarga dekatnya pun sudah jalani swab antigen dan dinyatakan negatif. Sri mengaku pihak RT dan RW sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Panyileukan serta Satgas Kelurahan Cipadung Kidul untuk penanganan lebih lanjut.
"Kami juga sudah upayakan penyemprotan disinfektan di dalam pesantren dan lingkungan sekitar. H Cici juga minta seluruh santrinya semakin tegas menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, ada seorang guru di sebuah pesantren, di wilayah Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung yang positif Covid-19.
Kondisi ini membuat pihak kecamatan khawatir terjadinya klaster pesantren di daerahnya.
Kekhawatiran ini semakin menguat karena alat swab di Puskesmas Panyileukan sudah habis.
Baca juga: DUKA Meninggalnya Kadisdik Majalengka, Ini Riwayat Penyakit Ahmad Suswanto, Selain Terpapar Covid-19
Baca juga: Perangi Sebaran Covid-19, Jabar Perkuat Posko Penanganan Corona Level Desa dan Kelurahan
"Ada satu orang guru di pesantren itu yang terpapar. Kami khawatir santri-santrinya ikut terpapar jadi langsung kami minta untuk tutup dahulu," kata Camat Panyileukan, Sri Kurniasih di Kantor Kecamatan Panyileukan, Selasa (29/6/2021).
Padahal diakui Sri, pihaknya setiap hari dan setiap malam selalu lakukan pengetatan PPKM mikro guna mengantisipasi penyebaran covid yang semakin meluas.
Seperti dikatahui kasus sebaran Covid-19 Kota Bandung masih tinggi bahkan ratusan ASN di lingkungan Pemkot Bandung terkonfirmasi positif.
Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengambil kebijakan untuk lockdown atau penutupan komplek Balaikota hingga meminta OPD lainnya lakukan work from home (WFH) sebesar 75 persen.
Kondisi sebaran Covid-19 Kota Bandung juga masih terus dipantau di tingkat kewilayahan, seperti halnya di Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung.
Untuk di lokasi pesantren Kecamatan Panyileukan, dikatakan Sri, santri-santri yang ada di pesantren itu belum dapat dilakukan testing karena keterbatasan bahkan ketiadaan alat swab antigen, sehingga berharap dari Dinas Kesehatan dapat memberikan bantuan dari segi testing.