Breaking News:

RSUD Palabuhanratu Sukabumi Kekurangan Tempat Tidur, Pasien Covid-19 Tak Mau Dirujuk ke RS Lain

di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sempat terjadi penumpukan pasien Covid yang tidak mau dirujuk ke RS lain.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
Pasien Covid-19 membeludak di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2021). Hal itu menyebabkan RSUD kekurangan bed atau tempat tidur untuk pasien Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Pasien Covid-19 membeludak di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2021). Hal itu menyebabkan RSUD kekurangan bed atau tempat tidur untuk pasien Covid-19.

"Jadi memang Covid ini perkembangannya berubah-berubah, awalnya kami menyediakan hanya 23 tempat tidur, kemudian ternyata tahun-tahun kemarin kita bicara di Oktober, Nobember, Desember, sempat kita tambah jadi 33. Nah di Februari, Maret, April itu kan turun, Mei juga masih juga masih belim begitu banyak, ternyata bulan Juni meledak kasus Covid ini, akhirnya kebijakan Direktur kita menambah satu ruangan baru dengan 20 tempat tidur," kata Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Palabuhanratu, Dr. H. Whisnu Budi H, di rumahnya di Jalan Raya Pangsor.

Whisnu mengatakan, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sempat terjadi penumpukan pasien Covid yang tidak mau dirujuk ke RS lain.

"Jadi kemarin-kemarin memang ada penumpukan di IGD karena pasien tidak mau dirujuk ke kota, akhirnya kami menambah ruangan baru, kalau sekarang alhamdulillah tertangani kebutuhan rumah sakit. Kalaupun lihat dari perkembangan pasien hari ini jumlah pasien yang masuk ke IGD dengan dugaan Covid itu sangat-sangat banyak," jelasnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Pakar Kesehatan Sudah Mulai Prediksi Ada Pandemi Baru Setelah Corona

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumedang Hari Ini Bertambah 91 Orang, dan Ada yang Meninggal 4 Orang

Alhasil, menurutnya, para pasien memilih pulang paksa. Ia pun mengatakan, apabila semua dirawat tempat tidur kembali tidak cukup.

"Jadi beberapa pasien juga memilih pulang paksa, ada pulang atas permintaan sendiri kalau seandanya semua pasien bersedia dirawat saya yakin jumlah 53 tempat tidur ini mungkin tidak cukup juga, kita harus menambah lagi," ucapnya.

"Tapi rumah sakit juga berkomitmen akan selalu menyediakan tempat tidur sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Palabuhanratu, seandainya kurang kita akan buka lagi ruangan yang lain," ujarnya.

Kurang 80 Bed

Rumah sakit di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kekurangan puluhan bed atau tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Dalam keterangan yang diterima Tribunjabar.id, Rabu (23/6/2021), Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengatakan, Kabupaten Sukabumi kekurangan 80 bed. Namun, melalui kerjasama dengan berbagai pihak, kekurangan bed itu bisa teratasi.

"Alhamdulillah, melalui kerjasama kekurangan 80 bed sudah bisa teratasi dan juga tenaga kesehatanya mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terpenuhi, ini semua perlu kerjasama semua pihak untuk memberikan pelayanan dan penyediaan fasilitas dalam menghadapi pemingkatan pasien Covid-19," ujarnya.

Dalam upaya penanganan Covid-19, Iyos mengatakan, saat ini vaksinasi di Kabupaten Sukabumi terus dilakukan, ditambah dengan edukasi dan sosialisasi disiplin prokes kepada masyarakat secara berkelanjutan.

"Penanganan bidang ekonomi juga sedang kita persiapkan termasuk kesepakatan dengan semua pihak terkait untuk meminimalisir kerumunan orang yang berbelanja, artinya harus ada pengaturan buka tutup tempat perbelanjaan, hal itu sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19," jelasnya.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved