Breaking News:

Virus Corona di Kuningan

Info Kasus Covid-19 Terbaru di Kuningan, 11 Orang Positif Corona Meninggal Dunia Hari Ini

Jumlah orang positif Covid-19 di Kuningan yang meninggal dunia pada Rabu (23/6/2021) sebanyak 11 orang

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN -  Jumlah orang positif Covid-19 di Kuningan yang meninggal dunia pada Rabu (23/6/2021) sebanyak 11 orang.

Informasi itu diterima tim crisis center Satgas Covid-19 Kuningan dari beberapa Rumah Sakit se - Kuningan.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kuningan, Indra Bayu menuturkan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi total ada sebanyak 7.857 orang, dengan jumlah pasien yang sembuh 6.231 orang dan masih karantina ada sebanyak 1.411 orang serta jumlah kasus meninggal hingga saat ini ada sebanyak 215 orang.

Baca juga: Bukan Hanya di Pabrik Pulpen, Staf Diskominfo Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19

"Untuk laporan kemarin jumlah kematian total kasus ada 204 dan sekarang jumlah total ada sebanyak 11 orang jadi semuanya itu sebanyak 215 orang. Kemudian dalam kasus terkonfirmasi positif Covid19 itu dari Laki-Laki ada sebanyak b3511 orang dan dari Perempuan ada sebanyak 4346 orang," katanya.

Disamping itu, untuk kasus kontak erat total ada sebanyak  7901 orang dan jumlah Discarded ada 7439 orang serta yang masih karantina ada 462 orang. "Kemudian untuk kasus kontak erat ini dari lLaki-laki ada 3793 orang dan Perempuan  sebanyak 4108 orang," ujarnya.

Sekedar Informasi, sebanyak 2 dari 14 meninggal akibat terjangkit Positif Covid19 di Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan Jawa Barat. Langsung mendapat penanganan serta perhatian dari pemerintah desa setempat.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Desa Ciawilor, Sukron saat memberi keterangan dalam FBL Tribun Jabar.id di kantor desa setempat, Rabu. (23/6/2021).

Baca juga: 2 Warga Meninggal 14 Orang Lainnya Positif Covid-19, Dua Dusun di Desa Ciawilor Kuningan Lockdown

Menurutnya, kasus Covid19 yang menimpa warga sudah mendapat penanganan, sehingga dari sebanyak 4 gang dan dua dusun harus di tutup alias lockdown.

"Awalnya ada warga kami yang positif Covid19 dari 14 orang itu ada yang meninggal dua orang, dari kejadian itu warga  di dukung pemerintah desa langsung melakukan penutupan akses rumah warga terpapar tadi," ungkap Sukron lagi.

Kejadian warga positif Covid19, kata Sukron menjelaskan bahwa ini akibat lalainya kesadaran warga terhadap protokol kesehatan. Selain itu, ini terjadi setelah beberapa hari dari Lebaran Idul Fitri kemarin.

"Jadi desa kami ini gemuk warga, ada sekitar 6 ribu jiwa. Kaitan dengan warga positif itu akibat tidak taat prokes dan ramainya aktivitas warga setelah lebaran kemarin," katanya.

Memasuki masa isolasi mandiri, Sukron mengaku sangat berterima kasih kepada warga atas inisiatif untuk me-lockdown sebanyak empat gang tersebut.

"Kami sangat apreasiasi kepada warga, apalagi dengan LockDown tersebut. Sehingga dalam masa isoman, kami fokus berikan bantuan logistik untuk perharinya," katanya.

Selain penyebab dari bebas warga beraktivitas serta tidak patuh prokes, kata Sukron menyebut bahwa anggapan orang terkena Covid19 itu memiliki nilai aib. "Iya, cerita lain ada warga positif Covid19 tapi gak lapor. Terus pas sakit parah baru mau terbuka seperti sekarang terjadi lockdown," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved